Pilih Laman

Memanfaatkan momentum tahun politik, Ir. Wahyuni Pudjiastuti, MS, dosen peminatan Hubungan Masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi meluncurkan satu lagi buku terbarunya yang berjudul “Kampanye dengan Komunikasi Persuasi”. Sebelumnya, Wahyuni telah menghasilkan empat judul buku humas politik, yakni Special Event (2010), Evaluasi Kebijakan Publik , Identifikasi Elemen Citra Pemerintah (2014), Social Marketing (2016), dan Peran Media sebagai Urat Nadi Komunikasi Organisasi.  Buku keenam Wahyuni ini mengulas tentang strategi kampanye menggunakan komunikasi persuasi untuk menjaring suara calon pemilih. Berangkat dari penelitiannya pada kontestasi politik tingkat daerah yang menemukan banyaknya penggunaan strategi ‘kotor’ dalam kampanye, Wahyuni tertarik untuk mengembangkannya menjadi bahasan dalam buku ini.

“Saya melihat banyak hoax, black campaign, money politics di situ, sehingga saya menulis buku ini”, terang Wahyuni pada acara bedah bukunya pada Auditorium Komunikasi pada Rabu (04/04).

Artikel Lainnya:  Mengulik Persoalan Identitas Komunitas Bajau

Menurutnya, kampanye sekarang tidak bisa menggunakan cara lama. Ada banyak cara baru yang bisa dipakai. Cara lama seperti menyebarkan brosur, pamflet dan umbul-umbul dinilai sudah tidak efektif. Dalam buku ini Ia menjelaskan elemen-elemen komunikasi persuasif, teori-teori yang relevan dengan komunikasi persuasif, hingga tahap-tahap perencanaan kampanye dengan komunikasi persuasif. Ia menegaskan terdapat banyak faktor yang harus diperhatikan dalam komunikasi persuasif selain hanya dari cara yang dipakai.

Special event diadakan sama Jokowi sukses, dengan salam dua jari. Tetapi ketika Ahok dan Djarot mengadakan event yang sama, ternyata gagal”ungkapnya.

Hasil riset pilkada Depok tahun 2015 yang Ia garap pada tahun 2016 juga turut dipaparkan dalam buku ini, disertai dengan penjelasan kriteria kandidat yang menjadi pilihan dalam pilkada Depok tersebut.

Artikel Lainnya:  Meneropong Sikap Indonesia Menghadapi Eskalasi Ketegangan di Laut Cina Selatan

Bersama Dr. Hendriyani sebagai moderator dan Dr. Ade Armando sebagai pembahas, bedah buku ini mengupas isi buku dengan menggunakan contoh isu-isu terkini tentang manuver kampanye politik yang dilakukan mendekati masa pilkada dan pilpres mendatang. Acara berlangsung selama dua jam dengan dihadiri lebih dari 50 peserta.

Untuk penerbitan buku terbarunya ini, Wahyuni mendapatkan dukungan penuh dari FISIP UI. Manajer Riset Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat FISIP UI, Ida Ruwaida mengungkapkan bahwa FISIP UI memfasilitasi penerbitan buku untuk pengajar tetapnya.

“Kalau ada pengajar tetap yang ingin menerbitkan buku bisa disupport sama FISIP. Mau dicarikan penerbit atau mencari sendiri, kita mendanai pencetakannya” ujar Ida dalam sambutannya.

Artikel Lainnya:  FISIP UI Tingkatkan Fasilitas Penunjang K3L