Select Page

Tim Pengabdi yang terdiri dari dosen-dosen UI di Fakultas Hukum, FISIP dan Teknik giat mengampanyekan pengolahan limbah cair di wilayah Kukusan, Depok. Kampanye tersebut dimaksudkan agar masyarakat memahami pengolahan limbah untuk mendukung perairan darat yang aman dan sehat.

Para dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Dr Rr Dwinanti Rika Mathanty ST MT, Ir Wahyuni Pudjiastuti MS dan Dr Rouli Anita Velentina SH LLM. Mereka mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan dan pengolahan air limbah sesuai dengan Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH).

“Kegiatan kampanye kami berupa workshop bertajuk Water Literacy. Sasaran kami adalah pelaku UMKM laundry dan jasa cuci motor,” kata Velentina, di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Velentina menyebutkan, setiap warga negara Indonesia memiliki hak memperoleh air bersih. Namun, melalui UU PPLH, negara turut mengamanatkan masyarakat untuk mengolah air limbah agar tidak merugikan orang lain.

Apabila limbah cair dikelola secara tidak tepat hingga merugikan orang lain, hal itu bisa dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata.

Tim Pengabdi UI memilih Depok sebagai titik kampanye karena Pemkot Depok telah memiliki Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2002 yang menekankan masyarakat serta pelaku usaha untuk memenuhi baku mutu air limbah domestik.

“Menurut UNDP, dengan turut menjaga dan mengolah limbah cair, masyarakat dapat dikatakan telah berkontribusi terhadap keamanan negara. Kampanye kami bertujuan untuk menstimulus masyarakat ke arah itu,” terang Velentina.

Tim Pengabdi telah mengampanyekan pengolahan limbah cair di Kelurahan Kukusan Depok, pada Jumat (25/10/2019). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Lurah Kukusan, kalangan pengusaha jasa UMKM rumah indekos, laundry dan cuci motor, serta kader PKK, Karang Taruna dari 5 RW yang ada di wilayah Kelurahan Kukusan.

Pada 2018 lalu, Tim Pengabdi UI juga menggelar kegiatan kampanye dengan melibatkan Komunitas Ciliwung di Kelurahan Kukusan. Menurut Wahyuni, masyarakat harus mendapatkan sosialisasi terkait pemeliharaan lingkungan baik dengan cara kampanye maupun penyebaran informasi melalui media massa.

“Penyampaian informasi pengelolaan limbah cair harus dilakukan dengan efektif agar masyarakat paham dan tidak terjadi kesalahan dalam menangkap informasi,” tutur Wahyuni.

Wahyuni melanjutkan, pihaknya memilih kampanye sekaligus mengadakan workshop karena dengan cara seperti itu masyarakat langsung mendapatkan wawasan mengenai pengolahan limbah cair.

“Kami mengenalkan taman air agar air yang telah diolah dapat digunakan kembali untuk keperluan mencuci kendaraan maupun menyiram tanaman,” jelasnya.

Sedangkan menurut Dwinanti, tingginya populasi penduduk harus diimbangi dengan sosialisasi terhadap masyarakat untuk memenuhi air bersih. Cara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan curah hujan.

“Kami telah melakukan percobaan penjernihan air dari air kotor yang tidak dapat dikonsumsi menjadi air jernih yang dapat dikonsumsi dengan tidak mengabaikan kualitas air yang dihasilkan. Masyarakat bisa memanfaatkan cara ini untuk mendapatkan air bersih tanpa harus mengandalkan air tanah,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang dengan judul asli : Dosen UI Kampanyekan Pengolahan Limbah Cair

Sumber : https://www.beritasatu.com/nasional/582490/dosen-ui-kampanyekan-pengolahan-limbah-cair

( Foto: ANTARA FOTO / Anis Efizudin )