Siapa yang tidak kenal Kantin Balik Semak atau biasa dikenal dengan Balsem. Kantin Balsem merupakan warung legendaris yang menjadi pendahulu kantin-kantin lainnya di Universitas Indonesia (UI). Hal itu membuat Kantin Balsem kian melegenda di kalangan mahasiswa UI. Seiring berjalannya waktu, Kantin Balsem berkali-kali mengalami perubahan nama menyesuaikan bangunannya mulai dari Balsem, Takor, Takoru hingga Next Level Balsem. Salah satu pedagang makanan di Balsem, Andi (48), sebelum berubah nama, Balsem lebih dulu dikenal karena lokasinya yang nyaman berada di bawah pohon rindang di antara semak belukar. Dari situlah cikal bakal tercetusnya nama Kantin Balsem.

“Dari tahun 1990 awalnya sederhana banget memang, pohon-pohon, rumput-rumputnya tinggi hingga kebun karet di sana dibangun tenda biru dengan tiang bambunya lalu di dalamnya ada pedagang kaki lima. Jadi balsem itu di antara semak-semak, kebun karet, jadi begitu awalnya,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com belum lama ini.Pihak fakultas kemudian bekerja sama dengan para pedagang kaki lima untuk menempatkan pedagang di tempat yang lebih tertata agar higienitas makanannya terjaga.

Kemudian dibangunlah Takor atau Taman Korea pada tahun 2002. Terinspirasi dari taman yang dibangun depan kantin yang bekerja sama dengan perusahaan Korea bernama Yong Ma. “Sempat direnovasi sama koperasi Fisip, kemudian renovasi lagi oleh orang Korea tadi tahun 2002 dan sudah jadi kayak gini, Taman Korea singkatannya Takor, dulu yang mengelola orang Korea perusahaan Yong Ma itu,” tuturnya.

Beberapa tahun kemudian, renovasi kembali dilakukan dengan menggandeng PT Mayora Group, lewat produk air mineral kemasan dan minuma perasa. “Setelah 2002, lama-lama ada perubahan bentuk kantin ini. Bentuk posisinya beda-beda, tambahan pedagang Taman Korea baru (Takoru) semua ditarik ke sini.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Makris (51). Makris menyampaikan, pemberian nama Kantin Next Level of Balsem merujuk dari sejarahnya karena lebih populer. “Balsem ya karena waktu dulu sejarah kan hutan terus bikin tenda yang akhirnya dibilang balik semak dan habis itu diperbaharui bangunannya jadi lebih modern menjadi Takor kerjasama Yong Ma. Diubah lagi diberi tambahan next level,” ungkapnya.

Makris mengatakan, sejak zaman Presiden kedua Soeharto, Kantin Balsem sudah ada dan sekarang banyak perubahan. Misalnya ada sertifikat kesehatan makanan tiap warung, serta tempat khusus untuk merokok. Perubahan lainnya, pembayaran di kantin ini menggunakan uang digital hingga pelayanan mandiri.

Karenanya, untuk lebih mengenal Kantin Balsem, datanglah sekali-kali. Terutama bagi mahasiswa baru agar lebih mengenal sejarah kantin di UI.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jangan Ngaku Anak UI Kalau Tak Kenal Kantin Balsem yang Legendaris”,https://regional.kompas.com/read/2019/09/15/07000051/jangan-ngaku-anak-ui-kalau-tak-kenal-kantin-balsem-yang-legendaris?page=3.
Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan; Editor : David Oliver Purba