Select Page

Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia memberikan kuliah umum di Auditorium Komunikasi FISIP UI pada Rabu (16/10) yang bertajuk British Foreign Policy and Diplomatic Relations with Indonesia menekankan bahwa ‘diplomasi pendidikan’ merupakan fokus kerja diplomasi selama bertugas di Indonesia.

Duta Besar Owen Jenkins resmi bertugas sebagai diplomat Inggris di Indonesia pada 7 Agustus 2019 untuk masa jabatan 2019 hingga 2023. Ia menggantikan posisi dubes sebelumnya, Moazzam Malik. Sebelumnya Jenkins merupakan diplomat karier UK Foreign Service. Jenkins juga pernah menjabat sebagai Perwakilan Khusus Perdana Menteri untuk Afghanistan dan Pakistan, Asia Selatan dan Afghanistan.

Sebagai duta besar Jenkins menguhubungkan kedua negara untuk meningkatkan potensi kerja sama di bidang pendidikan hingga riset ilmu pengetahuan. Jenkins mengatakan bahwa pihaknya ingin agar kerja sama pendidikan Inggris dengan Indonesia yang telah ada dapat semakin meningkat lagi. Termasuk pada pendanaan riset ekonomi dan kesejahteraan sosial hingga meningkatkan konektivitas antara institusi pendidikan Inggris-Indonesia.

Diplomasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan luar negeri pemerintah Inggris. Jenkis menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa edukasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan fokus yang menjadi perhatian bersama bagi Inggris dan indonesia. Peningkatan edukasi dan sumber daya manusia akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi. Duta Besar Owen Jenkins juga menekankan bahwa dirinya bertekad untuk menjadi penjembatan antara sejumlah universitas top Inggris untuk bermitra dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

“Saat ini sudah ada Leeds University, Coventry University dan Glasgow University yang membangun kemitraan dengan institusi pendidikan di Indonesia, dan saya berharap, universitas-universitas top lain di Inggris bisa terus berdatangan. Kami juga sangat senang ada lebih dari 4.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris dan terus berusaha agar angka tersebut dapat terus ditingkatkan” kata Jenkins.calon mahasiswa Indonesia, Jenkins mengatakan, “saya juga mengusahakannya tapi anggaran selalu jadi kendala,”

Jenkins mengusahakan kuota penerimaan beasiswa beasiswa Chevening UK untuk calon mahasiswa Indonesia tapi yang menjadi masalahnya adalah anggaran. Akan tetapi, dari 4.000 mahasiswa Indonesia di Inggris, hanya sekitar 60 yang bersekolah dengan mekanisme Chevening. Ini menunjukkan bahwa, yang terpenting dari kerja sama pendidikan ke depan antara Indonesia dan Inggris adalah untuk meningkatkan daya pikatnya, yang tidak hanya terbatas pada beasiswa Chevening semata.