Select Page

Kementerian Luar Negeri yang diwakili Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, Leonard Felix Hutabarat menandatangani perjanjian kerja sama dengan Departemen Hubungan Internasional FISIP UI yang diwakili Dekan FISIP, Arie Setiabudi Soesilo untuk program penelitian dan pengkajian kebijakan kerja sama Indonesia dengan EFTA (European Free Trade Association). Penandatangan nota kesepakatan ini dilakukan pada hari Selasa (27/2) di Ruang Rapat Nurani, FISIP UI.

Tim yang terdiri dari beberapa dosen dan mahasiswa Hubungan Internasional dan diketuai oleh Asra Virgianita Ph.D diminta mengkaji kebijakan tersebut untuk memberikan rekomendasi-rekomendasi terbaik guna mengoptimalkan peran dan manfaat yang dapat diterima Indonesia dalam kerja sama dengan negara-negara EFTA.

Hal ini sehubungan dengan sedang bergulirnya perundingan Indonesia dengan Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein sebagai negara anggota EFTA menuju Indonesia-EFTA Comperhensive Economic Partnership Agreement. Saat ini sedang digelar pertemuan ke-14 di Jenewa, Swiss yang dimulai tanggal 26 Februari hingga 2 Maret 2018. Sebelumnya pertemuan ke-13 dan intersesi dilakukan di Jakarta pada November 2017 dan Januari 2018.

Kebijakan kerja sama I-EFTA CEPA berfokus pada perdagangan barang, trade facilitation, jasa, investasi, intellectual property right, cooperation and capacity building, serta perdagangan dan pembangunan yang berkelanjutan.