Select Page

Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia mengadakan International Relation Project UI 2019 di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI pada tanggal 2-8 November 2019. Akhir rangakaian ditutup dengan dialog publik pada hari Jumat (8/11) salah satu keynote speaker adalah Broto Wardoyo S.Sos., M.A Dosen Hubungan Internasional FISIP UI yang memberikan paparannya tentang kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia di PBB.

Diplomasi Indonesia di PBB, salah satunya adalah kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia merupakan mandat yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Indonesia juga mengimpletasi dalam perdamaian dunia dengan menjadi pasukan perdamaian dunia di PBB dan keikutsertaan menjadi Dewan Keamanan PBB (DK PBB).

Broto Wardoyo menjelaskan, ketika berbicara tentang kebijakan luar negeri Indonesia, ada dua hal yang penting. Pertama kita harus berbicara kemerdekaan, hal itu menjadi pegangan Indonesia untuk menjadi Dewan Kemanan PBB. Kedua kebijakan luar negeri Indonesia selalu mengarahkan kepada perdamaian untuk negara yang sedang mengalami konflik.

Kontribusi Indonesia untuk perdamaian sudah banyak dilakukan, salah satunya perang dingin, ketika berbicara tentang perang dingin, kita bicara tentang blok barat dan blok timur. Indonesia membuat kelompok negara yang mengkhusus kan untuk tidak berpihak pada blok barat maupun blok timur. Indonesia juga terlibat dalam berbagai operasi pemeliharaan perdamaian. Hal-hal tersebut menjadi kontribusi yang nyata bagi Indonesia.

“Ketika Indonesia menjadi anggota tidak tetap PBB, banyak inisiatif yang dilakukan, di masa lampau Indonesia menjadi mediator atau mediasi konflik di Kamboja dan semua anggota PBB mengakui kontribusi Indonesia pada saat itu. Selain itu, Indonesia juga ada dialog antara kelompok Sunni dengan Syiah. Indonesia menjadi 10 negara kontributor yang sangat berperan dalam misi perdamaian dunia” ujar Broto Wardoyo.

Dalam konteks internasional, partisipasi tersebut merupakan indikator penting dan konkrit dari peran suatu negara dalam memberikan kontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Sedangkan dalam konteks nasional, keterlibatan tersebut merupakan sarana peningkatan profesionalisme individu dan organisasi yang terlibat secara langsung dalam penggelaran operasi internasional.