Select Page

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia kini memiliki gedung yang memadai sebagai pusat riset sosial dan politik. Gedung yang diberi nama Mochtar Riady Social and Political Research Center ini diresmikan, Kamis (2/5/2019) bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Gedung seluas 5.184 meter persegi ini dibangun di atas lahan seluas 2.300 meter persegi. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan gedung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bersama Pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan Rektor UI,Prof. Dr. Muhammad Anis, M.Met. Peresmian dihadiri, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Dekan FISIP UI Dr.Arie Setiabudi Soesilo,M.Sc dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia periode 2019-2024, Saleh Husin.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengapresiasi pembangunan gedung Mochtar Riady Social and Political and Research Center di FISIP UI. Nasir yakin gedung ini akan mampu menunjang perkembangan riset ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Mohammad Nasir mengatakan, riset selama ini di Indonesia berdiri sendiri sendiri. Melalui Perpres Rencana Induk Riset Nasional ini riset disatukan dan agar riset menjadi satu kesatuan terlebih menyongsong 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045.

“Saya punya mimpi untuk menyatukan riset baik di kementerian, kelembagaan, universitas-universitas. Dengan adanya rencana induk ini saya yakin pengembangan riset akan menjadi semakin maksimal dan dapat memperkuat riset kita. Ada mimpi yang harus kita capai,” ujar Mohammad Nasir dalam peresmian Gedung Mochtar Riady Social and Political Research Center, Kamis (2/5/2019) di FISIP UI, Kota Depok, Jawa Barat.

Selain itu Mochtar Riady mengatakan seiring berkembangnya globalisasi, ilmu politik pun kian maju. Universitas Indonesia sebagai universitas yang terkemuka di Indonesia harus terus mengasah diri dan memiliki fasilitas terdepan guna mengembangkan program riset unggulannya yang juga mencakup bidang riset ilmu sosial dan politik.

“Saya sebenarnya merasa tidak enak karena gedung ini menyandang nama saya, tetapi saya akhirnya berpikir bahwa ini bisa jadi hal positif. Bisa saja dengan begini dapat mengundang para pengusaha lainnya untuk turut serta berkontribusi membangun gedung untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia,” tutur Mochtar Riady.

Mochtar Riady merasa berbahagia karena diberi kesempatan memberikan sumbangsih guna melayani masyarakat dan membangun bangsa Indonesia, khususnya untuk kemajuan dunia pendidikan.