Select Page

Pendekatan developmental pada perspektif kesejahteraan sosial yang diimplementasikan dalam konsep social development melalui Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) berbasis kawasan, secara konseptual membutuhkan sinergisme antara pemerintah, “pasar,” dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat. Namun Teori Sinergisme Komponen PEL masih terbatas dan belum dapat menjawab berbagai permasalahan sinergisme dalam implementasi PEL berbasis kawasan.

Sebuah disertasi yang dirumuskan oleh Sri Najiyati dari Program Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial mengkaji isu ini lebih dalam. Judul disertasi yang diangkat oleh Sri adalah “Komponen Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Peningkatan Kesejahteraan Sosial di Kawasan Perdesaan Telang dan Batu Betumpang.” Dalam sidang promosi doktornya pada Jumat (17/6/2016), Sri mengemukakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencapaian sinergisme, faktor pendorong dan kendala sinergisme, serta merumuskan model sinergisme komponen PEL untuk peningkatan kesejahteraan di Kawasan Telang dan Batu Betumpang.

Penelitian ini menemukan bahwa implementasi pendekatan developmental melalui PEL berbasis kawasan telah meningkatkan kesejahteraan sosial dan keterjangkauan penduduk miskin di kedua kawasan tetapi belum optimal dan tidak merata karena kolaborasi belum mencapai sinergisme. Kolaborasi komponen PEL di Kawasan Telang termasuk kategori terfragmentasi, sedangkan di Batu Betumpang termasuk kategori kurang sinergis. Faktor pendorong dan atau kendala utama sinergisme PEL di kedua kawasan adalah kapabilitas kolaborasi sebagai akar masalah, kepemimpinan, regulasi, perencanaan kolaboratif, sistem kolaborasi, tujuan bersama, dan legistimasi. Ketujuh faktor tersebut secara konsisten menjadi pemicu bagi munculnya faktor pendorong dan atau kendala lainnya seperti readiness, keadilan, komitmen, partisipasi masyarakat, konflik kepentingan, motivasi, dan komunikasi. Juga ditemukan faktor eksternal yang turut memicu konflik kepentingan.

Penelitian ini memberikan kontribusi penyempurnaan teori kesejahteraan sosial dengan pendekatan developmental; dalam hal konsep, faktor pendorong dan kendala, serta model sinergisme komponen PEL berbasis kawasan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi untuk penyempurnaan kebijakan pengembangan PEL dalam skema KTM, kawasan transmigrasi, dan kawasan perdesaan.