Agenda rutin tahunan Pertemuan Orangtua Mahasiswa Program Sarjana FISIP UI diadakan pada Sabtu (5/10) di Balai Sidang Universitas Indonesia bertujuan untuk mensosialisasikan kehidupan kampus dari sisi akademik dan non-akademik kepada orang tua mahasiswa. Pertemuan ini dihadiri para orang tua mahasiswa baru Program Sarjana FISIP UI angkatan 2019.

Acara dibuka dengan perkenalan jajaran pimpinan kampus, ketua departemen dan program studi yang ada di FISIP UI. Kemudian, penjelasan mengenai sarana, prasana, dan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan.

Dr. Arie Setiabudi Soesilo,M.Sc. (Dekan FISIP UI) memberikan sambutan pembuka kepada orang tua mahasiswa FISIP UI. Dekan juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara orang tua dan anak-anaknya dalam masa perkuliahan ini. Pertemuan ini berbicara tentang bagaimana bersama-sama mendampingi dan mendidik putra-putrinya. Proses penyelenggaraan pendidikan harus dilakukan monitoring bersama antara yang ada di kampus dan orang tua atau wali yang ada di luar kampus, karena kehidupan anak tidak hanya ada di kampus, tetapi juga ada porsi besarnya di luar kampus.

Orang tua atau wali dari mahasiswa baru harus memahami proses belajar dan proses berkehidupan di kampus selama beberapa tahun kedepan sehingga dapat bersama-sama menjaga putra-putrinya.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari Prof. Dr. Dody Prayogo (Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan) yang mempresentasikan tentang sistem akademik perkuliahan di FISIP UI. Sesi paparan selanjutnya dijelaskan oleh Cecep Hidayat, IMRI (Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan) tentang kegiatan perkuliahan, serta kesempatan-kesempatan yang dapat diambil selama masa belajar seperti student exchange, beasiswa, ikut serta dalam berbagai konferensi dan kompetisi.

Bhakti Eko Nugroho, M.A. (Wakil Manajer Kemahasiswaan) memperkenalkan mahasiswa berprestasi di FISIP UI, yaitu Christella Fenisianti yang memenangkan kejuaran debat di dalam negeri maupun luar negeri dan Thierry Ramadhan Ardiantoputro (Ketua BEM FISIP UI) sebagai role model mahasiswa yang dapat membagi waktu dengan baik antara akademik maupun non-akademik.