Select Page

Gotongroyong.in merupakan platform donasi uang tanpa uang pertama di Indonesia. Platform ini diinisiasi oleh mahasiswa FISIP UI  (M. Radhiyan Pasopati Pribadi, Mutsla Qanitah serta bekerja sama dengan mahasiswa Fasilkom UI).

CEO GotongRoyong.in, M. Radhiyan Pasopati Pribadi menyatakan bahwa ide awal dari pembentukan GotongRoyong.in berasal dari keresahan yang terhadap anak-anak muda dan juga warganet Indonesia yang memiliki keinginan kontribusi sosial yang tinggi dan ingin berdonasi tapi tidak punya uang. Menurut survey yang dilakukan oleh GotongRoyong.in pada bulan September 2018, ada tiga alasan utama yang menghambat masyarakat dalam berdonasi secara online. Pertama adalah kurangnya rasa kepercayaan (40,7%), kedua adalah tidak adanya uang untuk didonasikan karena hanya cukup untuk kehidupan sendiri (38,5%) dan yang terakhir adalah sulitnya mencapai informasi (17,7%).

Bedasarkan pertimbangan data tersebut, GotongRoyong.in hadir untuk menyediakan platform donasi online yang terpercaya, mudah diakses, dan tidak memerlukan uang. Untuk membangun kepercayaan tersebut, GotongRoyong.in menggandeng BAZNAS sebagai partner resmi penyalur dana donasi, karena BAZNAS adalah lembaga resmi pemerintah yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

Radhiyan juga menyatakan bahwa GotongRoyong.in ini berangkat dari konsep hacking capitalism atau pemanfaatan kapitalisme. Ia berkata bahwa “Kami bukannya benci terhadap kapitalisme, atau mencintai kapitalisme, akan tetapi kami melakukan hacking terhadap kapitalisme, kami menggunakan kapitalisme untuk menyalurkan uang kepada mereka yang membutuhkan”. Perlibatan partner perusahaan dan penggunaan iklan merupakan bentuk dari pemanfaatan elemen kapitalisme, sementara sistem donasi dan kerjasama dengan partner penyalur donasi terpercaya menambahkan elemen sosial. Dengan begitu GotongRoyong.in dapat menjadi suatu sistem yang berkelanjutan.

Radhiyan menjelaskan bahwa untuk saat ini, GotongRoyong.in menyediakan jasa layanan pembuatan iklan dan juga online marketing sebagai model bisnis yang dijalankan. Contohnya, ketika UMKM took batik Pandawa Lima hendak memasang iklan, GotongRoyong.in menawarkan jasa pembuatan iklan video selama 10 detik. Uang dari pemasangan iklan seluruhnya didonasikan kepada BAZNAS, sementara GotongRoyong.in mendapatkan uang tambahan sebagai bayaran jasa pembuatan iklan. Dengan begitu, GotongRoyong.in dapat memiliki revenue stream atau penghasilan untuk tetap berjalan dan berkembang.

Sebagai mahasiswa FISIP UI, Radhiyan dan tim GotongRoyong.in ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa bukan sekedar “tukang demo” saja, tapi dapat menjadi pemecah masalah. Radhiyan mengatakan, “Mungkin ketika masyarakat melihat jaket kuning, yang terpikir adalah demonstrasi. Kami ingin mengubah hal tersebut. Kami ingin menunjukkan bahwa dimana ada jaket kuning, disitu ada “solusi”. GotongRoyong.in juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk berinovasi dan membuat suatu karya yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menggunakan ilmu yang mereka pelajari tidak hanya untuk menjawab soal-soal ujian saja, akan tetapi untuk menjawab masalah-masalah yang ada di masyarakat.

GotongRoyong.in sudah berhasil melakukan 2 kampanye donasi, yaitu 1001 Sabun Gratis untuk Palu-Donggala dan 1001 Susu Gratis untuk Anak Lampung Banten. Kedua kampanye tersebut dapat berhasil dijalankan karena peranan tiga partner perusahaan pengiklan GotongRoyong.in. Kampanye yang baru-baru ini berhasil dilaksanakan oleh Gotongroyong.in bertajuk 1001 Susu untuk Anak Lampung-Banten, sebagai bentuk kepedulian warganet/netizen Indonesia kepada anak-anak yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda. Kampanye tersebut berhasil mencapai target hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Uang hasil donasi tersebut dipercayakan kepada BAZNAS untuk mendistribusikan 1001 susu.