Select Page

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (LPPSP) FISIP UI mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bekerja bersama dengan Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang bertema “Strategi Pengembangan Destinasi Wisata dan Peranan Lembaga Penelitian Pariwisata di Perguruan Tinggi Indonesia dalam Rangka Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata di Destinasi Pariwisata” pada Kamis (31/10) di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta.

Diskusi ini diikuti oleh berbagai instansi dan lembaga perguruan tinggi seperti politeknik pariwisata dari berbagai daerah, sekolah tinggi pariwisata, hingga perwakilan akademisi, dosen dan mahasiswa dari universitas dan para pegiat dan pakar pariwisata.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc turut hadir memberikan sambutan serta apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Kegiatan diskusi ini dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, S.E., M.M., sekaligus penyampaian materi pentingnya peran SDM dalam peningkatan daya saing destinasi atau daya tarik pariwisata sebagai kerangka berpikir dalam diskusi. Dilanjutkan dengan pembahasan materi diskusi. Sebagai moderator diskusi yaitu Dr. Jajang Gunawijaya, M.A selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (LPSPP) FISIP UI.

Penyampaian materi pertama dibawakan oleh Prof. Indroyono Soesilo, PhD. Indroyono menekankan pada pengembangan SDM pariwisata yang dalam hal ini adalah masyarakat, komunitas, kelompok sadar wisata (pokdarwis), gerpi, SMK pariwisata, politeknik dan juga sarjana pariwisata.

“Pariwisata di Indonesia kurang dalam publikasi riset mengenai pariwisata, sehingga harus dilakukan beberapa hal untuk mengembangkan hal ini seperti mengumpulkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Politeknik Pariwisata di bawah Kementrian Pariwisata, yang kemudian bekerja sama dengan Perguruan Tinggi untuk diolah menjadi karya ilmiah seperti jurnal nasional dan jurnal internasional terindeks. Hal ini bisa dimulai dari masing-masing politeknik pariwisata berfokus di satu topik pariwisata” jelas Indroyono.

Materi kedua dibawakan oleh Bima Baskara Sakti mengenai kondisi kepariwisataan di Indonesia. Bima yang mewakili Litbang Kompas telah mengeluarkan indeks pariwisata Indonesia dan hasilnya indeks pariwisata Indonesia rendah di bidang keberlangsungan lingkungan, kebersihan dan kesehatan, keamanan dan keselamatan, dan pelayanan infrastruktur. Menurutnya hal ini penting menjadi pekerjaanbersama terutama bagi Kementerian Pariwisata serta Politeknik Pariwisata dan Perguruan Tinggi lainnya.

Materi ketiga dibawakan oleh Dr. Semiarto Aji Purwanto adalah pengenalan tugas perguruan tinggi untuk pengembangan destinasi pariwisata, membahas pentingnya engagement terhadap dua pihak dan pengenalan konsep experience economy.

Pembahasan materi dijadikan bahan diskusi dalam FGD. Peserta dibagi dalam dua kelompok untuk melaksanakan FGD. Hasil FGD berupa saran dan masukan diserahkan kepada Kementerian Pariwisata selaku penyelenggara kegiatan.