Select Page

Senin (14/1), FISIP UI meluluskan satu lagi doktornya. Kali ini Khairul Ishak Mahadi, mahasiswa doktoral Ilmu Administrasi FISIP UI berhasil memperoleh gelar doktor setelah mempertahankan disertasi di hadapan para penguji. Disertasinya membahas mengenai tata kelola kolaboratif pengendalian banjir di kawasan Jabodetabekjur. Ia berangkat dari melihat ketimpangan pembangunan yang terjadi antara DKI Jakarta dengan kota dan kabupaten tetangganya yang sangat mencolok. Kesenjangan sumber daya dan kemampuan aparat pemerintah, serta konflik kepentingan menjadi isu penghambat dalam membentuk kolaborasi pengendalian banjir di kawasan ini. Khairul menilai pendekatan tata kelola kawasan perkotaan yang dianut selama ini terkotak-kotak, formal, struktural, manajerial, dan hirarkis, sehingga Ia mengajukan pertanyaan pertama mengapa tidak terjadi tata kelola kolaboratif dalam pengendalian banjir di kawasan Jabodetabekjur. Pertanyaan penelitian keduanya membahas tentang tata kelola kolaboratif khususnya pengendalian banjir di kawasan Jabodetabekjur. Teori tata kolaboratif milik Chris Ansell dan Alison Gash (2007), serta teori Collaborative Governance dari Emerson dan Nabatchi digunakan sebagai lensa analisis untuk melihat peta masalah dan potret tata kelola kolaboratif saat ini. Collaborative Governance Index (CGI) dari Roberts dan Addison, juga digunakan sebagai panduan membangun tata kelola kolaboratif di kawasan Jabodetabekjur.

Temuan pertama penelitian ini mengkonfirmasi tidak adanya kerja sama kolaboratif dalam penataan ruang dan pengelolaan banjir di kawasan Jabodetabekjur ini. Temuan kedua memberikan panduan membangun tata kelola kolaboratif, memperkuat kerja sama, koordinasi program dan kegiatan di kawasan Jabodetabekjur, khususnya dalam penataan ruang dan pengendalian banjir. Membangun tata kelola kolaboratif dapat dilakukan dengan memperkuat tata kelola kelembagaan manajemen strategis dan pemberdayaan sumberdaya.