Pilih Laman

Muhammad Radhiyan Pasopati Pribadi, biasa dipanggil Radhiyan adalah sarjana Ilmu Politik alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Lulus pada tahun 2019 dan saat ini sedang bekerja dan mengabdi sebagai Pengajar Muda Indonesia Mengajar di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Radhiyan sudah berniat mengikuti Indonesia Mengajar semenjak sembilan tahun lalu ketika program ini baru diluncurkan dan Radhiyan masih SMA saat itu. Sebagai putra kelahiran Jakarta yang besar di Jakarta, Radhiyan merasa kurang memahami betul permasalahan-permasalahan yang ada di daerah-daerah lain di Indonesia.  Apalagi sebagai alumni FISIP UI, ia ingin melihat langsung keadaan sosial-politik Indonesia di garis terdepan dengan kacamata seorang sarjana ilmu politik.

“Sebagai Pengajar Muda, saya menjadi salah satu sarjana yang dikirim untuk mengajar dan bekerja dalam membawa perubahan pendidikan di daerah-daerah terdepan, terpencil atau tertinggal di Indonesia. Saya ditugaskan di Desa Sambrawai, Distrik Yapen Utara. Desa saya begitu terpencil di ujung utara pulau Yapen, jika mau kesana harus melewati gunung-gunung dan disana juga tidak ada sinyal telepon apalagi internet. Warga desa saya hidup dengan sangat sederhana, sehari-hari dihabiskan untuk berkebun, memancing atau menebang pohon. Setiap harinya saya mengajar di SD YPK PNIEL Sambrawai. Karena keterbatasan guru, saya sering mengajar banyak kelas sekaligus, bahkan tidak jarang juga kelas 1 sampai 6,” ujar Radhiyan.

Artikel Lainnya:  Workshop Mobile Based Data Gathering

Radhiyan mengatakan biar banyak keterbatasan, anak-anak disana memiliki semangat belajar yang tinggi, mereka selalu senang mengerjakan soal-soal yang diberikan, mereka juga senang membaca buku-buku setiap pagi, bahkan mereka juga inisiatif meminta pekerjaan rumah setiap jam pulang. Ini bukti bahwa biarpun di tempat terpencil, anak-anak Papua memiliki gelora semangat belajar yang tidak kalah dari anak-anak Jawa. Selain mengajar, ia juga bekerja untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pendidikan. Sebagai Pengajar Muda, memiliki berbagai Mitra Langsung yang diajak untuk bekerjasama dalam membangun pendididikan. Di desa, mitra langsung adalah guru, kepala sekolah, orangtua dan masyarakat desa.

Radhiyan menjelaskan, “saya berpartisipasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) dan membantu agar agenda-agenda pendidikan dimasukkan kedalam anggaran penggunaan dana desa. Selain itu, setiap malam saya juga sedang melakukan tur keliling atau blusukan ke rumah-rumah warga untuk membantu anaknya belajar sekaligus membicarakan pendidikan dengan orangtua mereka. Saya juga sering bertemu dan diskusi dengan Kepala Sekolah di luar jam sekolah untuk mendiskusikan perkembangan sekolah dengannya. Sementara itu, di lingkup kerja Kabupaten, saya bersama tim Pengajar Muda juga membangun hubungan dan bekerja dengan mitra langsung di tingkat kabupaten, seperti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Dinas Pendidikan, serta komunitas-komunitas dan kelompok masyarakat yang peduli pendidikan di Yapen”.

Artikel Lainnya:  Dinamika Sistem Sumber Daya Manusia Stratejik di Kantor Cabang PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Medan

Dalam keadaan dan situasi pandemi Covid-19, Radhiyan bersyukur karena Kabupaten Kepulauan Yapen masih tergolong aman dan jauh dari episentrum penyebaran penyakit tersebut. Sekolah diliburkan. Ia berharap situasi penyakit Covid-19 tidak akan pernah sampai ke desa tempat saya bertugas. Radhiyan akan bekerja dan bertugas di Kabupaten Kepulauan Yapen hingga awal tahun 2021. Tentunya ia berharap pekerjaannya disini bisa membawa dampak terhadap pendidikan di Kepulauan Yapen, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, serta bisa membakar semangat belajar, rasa ingin tahu dan cita-cita anak-anak disini. Selain itu, harapannya dengan tinggal bersama masyarakat di desa, bisa belajar kehidupan dan belajar untuk memahami arti kata “Indonesia” lebih baik lagi.

Artikel Lainnya:  Perilaku Memilih Masyarakat dalam Pilkada Kabupaten Karangasem Bali Tahun 2015