Pilih Laman

Indonesia merupakan 10 besar negara pengekspor pakaian siap jadi atau industr aparel di dunia. Industri Aparel memiliki peran penting bagi negara karena dapat menyerap tenaga kerja yang besar, menghasilkan devisa tinggi, dan penyedia kebutuhan pokok masyarakat berupa sandang. Industri ini mampu bertahan di tengah persaingan global meskipun ditempa berbagai permasalahan seperti maraknya produk impor ilegal, permasalahan mesin yang sudah tua, dan biaya transportasi yang masih tinggi.. Namun, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan industri aparel di Indonesia mengalami perlambatan atau stagnasi.

 

Hal di atas yang melatarbelakangi Ramon Bangun untuk meneliti industri apparel di Indonesia. Dia melakukan analisis rantai nilai dan melihat faktor pembatas dengan model sistem dinamis. Sidang doktoralnya dilakukan di Auditorium Juwono Sudarsono pada Kamis (22/6). Dipimpin oleh Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., Ramon Bangun juga diuji oleh para proesor Ilmu Administrasi seperti Prof. Dr. Lukman Hakim, Prof. Dr. Azhar Kasim, MPA, dan Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M.

Artikel Lainnya:  Jaringan Komunikasi dalam Partisipasi Gerakan Sosial Lingkungan

 

Penelitian ini membuktikan bahwa industri aparel di Indonesia mengalami stagnasi karena hanya melakukan aktivitas yang bernilai tambah rendah. Industri aparel di Indonesia belum siap memasuki Original Design Manufacturing (ODM) dan Original Brand-Name Manufacturing (OBM) karena keterbatasan sumber daya. Pola tata kelolanya adalah relasional. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan adalah membuat kebijakan yang membuat pengusaha aparel berminat melakukan investasi untuk meningkatkan sumber daya dan kapasitas mesin serta peralatan.