Pilih Laman

Selasa (24/3/2015), FISIP UI menyelenggarakan acara Bedah Buku: Kesejahteraan Sosial (Pekerja Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan) yang ditulis oleh Prof. Drs. Isbandi Rukminto Adi, MKes, Ph.D. Berlangsung di Gedung Koentjaraningrat Lantai 1 Kampus FISIP UI, dalam acara ini FISIP mengundang Dr. Nunung Nurwati, Dra.,MS., (peneliti bidang Kesejahteraan Sosial Universitas Padjajaran) sebagai reviewer. Bedah buku ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis FISIP UI ke-47.

Sebagai pembuka, Nunung memberikan pemaparan secara umum tentang isu kesejahteraan sosial yang saat ini sedang dihadapi Indonesia, yaitu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Bonus Demografi. Secara substansi, Nunung mengapresiasi keluasan pemikiran Isbandi yang tergambar dalam bentuk tulisan yang sarat akan dialog pemikiran dari berbagai ahli yang kemudian diekstrakkan hingga menjadi sebuah buku.

Artikel Lainnya:  Pelantikan Dekan FISIP UI Masa Bakti 2017-2021

Isbandi adalah pakar di bidang Pembangunan Kesejahteraan Sosial, termasuk di dalamnya sektor pendidikan, lingkungan dan kesehatan, pengembangan masyarakat (pemberdayaan masyarakat dan perencanaan program di level komunitas), serta penanganan masalah kemiskinan dan kebencanaan. Pada 2004—2005, Isbandi tercatat pernah mendapatkan “Asian Public Intelectual Award” dari the Nippon Foundation untuk mengadakan penelitian tentang ”Child Welfare Development Strategy On Health And Education In Japan And Malaysia As A Response To The Global Changes.” Pada 2005, ia mendapatkan penghargaan “Book Writers Award” dari Universitas Indonesia.

Pada acara bedah buku, Isbandi menjelaskan latar belakang ia menulis buku “Kesejahteraan Sosial (Pekerja Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan)” yang diterbitkan oleh Rajawali Pers. Ide pembuatan buku ini didasari masih sedikitnya buku bertema kesejahteraan sosial yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Kekhawatiran kesulitan dalam memahami buku bertema kesejahteraan sosial yang Berbahasa Inggris inilah yang menyemangati Isbandi dalam menulis buku ini. Selain itu, adanya perubahan isu kesejahteraan sosial juga menjadi alasan Isbandi dalam menulis buku. Bila dulu kebanyakan sudut pandang pembahasan buku bertema kesejahteraan sosial hanya melalui kacamata social work murni, kali ini Isbandi memberikan pandangan lain, yakni social work and social development.

Dalam buku ini, Isbandi menggambarkan permasalah social development yang akan dihadapi Indonesia. Dengan merujuk pada pengalaman negara lain seperti, Australia, India, dan Jepang, Isbandi menganalisis solusi apa yang tepat untuk menjawab tantangan permasalahan social development di Indonesia saat ini dan ke depannya.

Artikel Lainnya:  FISIP UI Luluskan 723 wisudawan Semester Genap 2017/2018

Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 ini. “Menjawab isu tantangan MEA dan bonus demografi adalah dengan menyiapkan kompetensi SDM yang andal, kuat, dan mampu bersaing,” kata Isbandi. Peningkatan kompetensi SDM tersebut salah satunya dengan cara membekali pendidikan yang baik pada para mahasiswa agar mereka memiliki kualitas dan keahlian yang tidak kalah bersaing dengan negara lain.