Pilih Laman

Pemain dan sutradara film My Generation sambangi FISIP UI untuk melakukan bedah film pada Selasa (7/11). Aktris dan aktor pendatang baru seperti Alexandra Kosasie, Arya Vasco, Bryan Langelo, dan Lutesha hadir bersama aktor kawakan Tyo Pakusodewo dan sutradara serta penulis naskah film tersebut, Upi di Auditorium Gedung Komunikasi.

Bergenre Coming Age Movie¸ film ini bercerita tentang masa transisi dari remaja menuju dewasa dimana remaja ingin didengar, dilihat, dan diakui keberadaannya. Masa-masa ini dinlai krusial karana pada fase inilah manusia menentukan sikap dan tindakan yang menentukan masa depan.

Upi sang sutradara berusaha menggambarkan realita masa remaja yang anti klise. Bukan soal cinta, My Generation justru mengangkat cerita stereotyping pada generasi millennials. Keresahan Millennials yang sering dicap sebagai generasi yang narsis, budak teknologi, social media zombie, egois, pemalas, dan dianggap lebih buruk dari generasi sebelumnya menjadi latar belakang film ini. Generation label yang seharusnya sebagai penanda ciri khas setiap generasi yang berebeda saat ini jutsru menjadi negative stereotyping.

“Film remaja yang mewakili remaja tak melulu soal cinta tang dipermukaan saja. Film ini adalah  film remaja dimana kita berusaha mendengar kegelisahan remaja, membaca cara pikir remaja, dan menyampaikannya melalui karya,” kata sutradara film My Generation yang sering dipanggil Mbak Upi.

Artikel Lainnya:  Jurnalisme di Era Digital

Upi ingin menegaskan bahwa tak ada generasi yang lebih superior  dari generasi lainnya. Segala yang dilakukan millennial saat ini hanyalah bentuk adaptasi mereka terhadap apa yang generasi sebelumnya ciptakan dan wariskan.

Uniknya, film ini menghadirkan empat pemeran utama yang fresh dan benar benar pertama kali muncul di layar lebar. Hal ini dilakukan untuk regenerasi pemain film agar tak itu-itu saja yanga dapat mengakibatkan kebosanan bagi para penikmat film. Namun demikian, pemain-pemain film kawakan seperti Tio Pakusodewo, Surya Saputra, dan Indah Kalalo juga dilibatkan. My Generation juga mengangkat cerita baru, bukan hasil adaptasi atau remake film lawas yang sedang marak di industri film Indonesia saat ini.

Artikel Lainnya:  Orasi Ilmiah Prof.Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ ; Memantapkan Reformasi Administrasi untuk Mewujudkan Pemerintahan Demokratis dan Pembangunan Berkeadilan

Film ini bukanlah film yang menceritakan kehidupan millennial semata, namun tentang hubungan dua generasi. Maka dari itu, film ini cocok ditonton remaja dan direkomendasikan datang bersama orang tuanya.