Select Page

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Sosiologi dengan promovendus atas nama Fadhillah Sri Meutia. Fadhillah menyampaikan penelitian disertasi dengan judul, “Representasi KeIslaman dan Budaya Populer dalam Film Religi Indonesia” pada Jumat (23/07) secara daring melalui Zoom.

Sidang Promosi Doktor ini di ketuai oleh Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Sebagai promotor Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri dan kopromotor Lugina Setyawati, Ph.D. Tim penguji Saveria Sika Ery Seda, Ph.D., Dr. Ida Ruwaida, M.si., Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si., Dr. Acep Iwan Saidi, S.s, M.Hum., Muhammad Khairul Imam, S.sos., M.Si.

Penelitian ini mengkaji fenomena budaya populer Islam yang direpresentasikan melalui film yang sedang berkembang di Indonesia. Budaya populer Islam semakin berkembang pesat di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Ditandai dengan bermunculannya film populer bergendre Islami yakni ―Ayat-Ayat Cinta, 99 Cahaya di Langit Eropa, dan Assalamualaikum Beijing, film-film ini menampilkan citra dari kaum muda yang memiliki tingkat ketakwaan dan kesadaran moral serta ketekunan intelektual.

“Penelitian ini lebih jauh mengungkapkan makna pesan dari wacana identitas, melalui penerapan analisis wacana kritis untuk melihat pesan serta ideologi yang diselipkan kedalam film-film religi Indonesia. Memicu lahirnya keresahan baru tentang hilangnya ruang publik yang harusnya independen dan menjadi arena bebas guna untuk mengaktualisasi diri atas masalah-masalah sosial. Justru membawa khalayak penonton kedalam imaji hiperrealitas tentang cara menjadi muslim kekinian” jelas Fadhillah.

Melihat film-film religi Indonesia merepresentasikan antara Timur dan Barat dimainkan pada tingkat ideologi dan retorika sebagai upaya untuk memberikan solusi agar menjadi muslim sekaligus modern sebagai bagian dari masyarakat globalisasi.

Menurut Fadhillah, “film-film religi populer Indonesia menampilkan, beragam bentuk baru politik identitas dan kenikmatan. Bentuk-bentuk baru gaya busana dan budaya, kekuasaan dan pengetahuan bagi kaum muda Muslim masa kini yang diselipkan kedalam film-film religi Indonesia. Identitas Islam yang ingin ditampilkan sutradara kepada kaum muda muslim perkotaan Indonesia merupakan identitas esensial yang secara terus menerus diciptakan dan dipertahankan dalam kegiatan reflektif individu.”

Selain itu Fadhillah menjelaskan, film-film Islam merupakan produk budaya populer yang dikonsumsi kaum muda muslim dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, melalui perspektif wacana kritis, penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian yang dimodifikasi dari nilai-nilai tertentu yang ditawarkan oleh film-film Islam serta wacana dan praktik lainnya. Remaja muslim membentuk diri mereka sebagai subjek Islam modern, ketika kaum muda muslim mencari dan membangun identitas mereka sebagai proses transformasi sosial. Kaum muda muslim Indonesia dapat direpresentasikan dalam arena perjuangan geokultural global sebagai penanda identitas baru.

Fadhillah berargumen “bahwa film religi Islami Indonesia merupakan perwujudan post-islamism mengonstruksi agama dan praktik konsumsi budaya populer muslim muda Indonesia. Melalui rekonstruksi, kaum muda muslim Indonesia kontemporer direkonstruksi melalui proses hiperrealitas. Pada gilirannya kaum muda merepresentasikan diri mereka dalam praktik keIslaman mereka sehari-hari. Simpulan dari penelitian ini bahwa film religi Islami Indonesia bekerja menyediakan imaji dan model untuk membentuk identitas diri sebagai muslim muda masa kini.”

Terakhir, penelitian ini ditutup dengan kesimpulan bahwa melalui proses hiperealitas film-film religi populer Indonesia menampilkan, beragam bentuk baru politik identitas dan kenikmatan. Bentuk-bentuk baru gaya busana dan budaya, kekuasaan dan pengetahuan bagi kaum muda Muslim masa kini yang diselipkan kedalam film-film religi Indonesia.