Pilih Laman

Pengembangan kapasitas merupakan bagian yang penting di dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari pengembangan kapasitas misalnya dilaksanakan dengan pendidikan, baik secara formal maupun informal. Di dalam perusahaan misalnya melalui pelatihan-pelatihan sumber daya manusia dan pengembangan sistem manajerial. Di dalam pemerintahan pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan juga penting untuk meningkatkan performa aparatur dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, dan juga regulasi serta deregulasi kebijakan pemerintahan. Dalam konteks pembangunan secara keseluruhan pun upaya pengembangan kapasitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dengan kata lain tidak mungkin terjadi suatu proses pembangunan/ pengembangan dalam hal apapapun tanpa upaya pengembangan kapasitas bagi pelaku maupun juga sistem yang mengaturnya.
Maka dari itu, pada 29 Juli—1 Agustus 2016, FISIP UI mengadakan Capacity Building Dosen dan Karyawan yang dilaksanakan di Yogyakarta. Rombongan peserta Capacity Building berangkat menggunakan Kereta Api, dan tiba di Stasiun Yogyakarta pada 30 Juli 2016, pukul 04.00. Para peserta langsung menuju Masjid Syuhada untuk menunaikan Sholat Subuh. Setelah itu rombongan menuju area Lava Tour Merapi. Dengan lava tour, para peserta dapat menyaksikan puncak Gunung Merapi dengan jarak pandang sekitar 2 km. Lava tour ini menggunakan Jeep yang telah disediakan untuk mengelilingi sekitar lereng Gunung Merapi. Rute lava tour berakhir di Bungker Kaliadem. Keganasan Merapi lainnya dapat terlihat dari sebuah bunker tempat persembunyian relawan pada wakti itu. Pembangunan bungker tersebut diperuntukkan sebagai tempat berlindung bila sewaktu-waktu Gunung Merapi menyemburkan awan panas. Di siang hari, para peserta diajak mengunjungi benda-benda serta menyelami cerita peninggalan keraton Yogyakarta dan Solo di Museum Ullen Sentalu.
Setelah lelah menyusuri lereng Gunung Merapi, para peserta Capacity Building FISIP UI beristirahat di hotel. Sore hari, peserta menyaksikan pertunjukan Sendratari Rama Sita di Komplek Candi Prambanan. Seni tari ini merupakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog, diangkat dari cerita Ramayana dan dipertunjukkan dengan berlatar belakang Candi Prambanan pada suasana malam hari. Kisah Ramayana adalah cerita perjalanan Rama dalam menyelamatkan istrinya, Sita, yang diculik oleh raja Negara Alengka, Rahwana. Pertunjukan ini berakhir pada pukul 21.30. Rombongan peserta Capacity Building FISIP UI kembali ke hotel untuk beristirahat.
Hari kedua merupakan role play bagi seluruh peserta capacity building FISIP UI. Dalam role play ini para peserta dikondisikan menempati posisi struktural di lingkungan FISIP UI, mulai dari posisi Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II, Manajer, dan sebagainya. Melalui role play tersebut diharapkan para peserta mampu menganalisa persoalan-persoalan secara real yang terjadi di lingkungan FISIP UI. Role play ini membuat peserta memahami akan pekerjaan dalam posisi struktural FISIP UI. (Humas FISIP UI)

Artikel Lainnya:  Studium Generale Prof.Dr.Dorodjatun Kuntjorodjakti