Pilih Laman
Halal Bihalal Virtual Alumni FISIP UI

Halal Bihalal Virtual Alumni FISIP UI

Halal bihalal adalah kegiatan yang rutin diadakan setelah bulan suci Ramadan atau setelah hari raya Idul Fitri. Dalam acara halal bihalal ini, para alumni berkesempatan untuk saling bersilaturahmi serta saling memaafkan satu sama lain walaupun melalui internet. Hadir dan turut memberikan sambutan pada halal bihalal virtual ini, di antaranya adalah: Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc (Dekan FISIP UI), Binsar Tobing (Ketua Iluni FISIP UI), Prof. Dr. Dody Prayogo (Wakil Dekan Bidang Pendidikan).

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, alumni FISIP UI mengadakan halal bihalal yang diadakan pada Sabtu (30/05). Berbeda dari tahun sebelumnya, pada halal bihalal tahun ini alumni FISIP UI harus melakukan silaturahmi melalui sambungan internet, menggunakan aplikasi zoom yang di hadiri oleh 177 alumni FISIP UI dari berbagai angkatan.

Sebagian wakil alumni masing2-masing Jurusan/Departemen, yg memberikan sambutan adalah: Ira Wibowo (Kom 86); Dubes Ade Padmo Sarwono (Pol 81); Sita (Adm 88); Debbie Sumual, (Krim 90); Handoko Hendroyono (Kessos 83); Dr. Endang Mariani (Antrop 84); Konjen Vancouver, Tuti Irman (HI 85).

Dekan FISIP UI, Arie Setiabudi Soesilo, memberikan ucapan terimakasih kepada alumni yang telah membantu pedagang kantin FISIP UI dan mahasiswa FISIP UI yang terdampak situasi sulit seperti saat ini, terdampak situasi Covid-19.  Serta ia juga menghimbau untuk tetap jaga kondisi, jaga kesehatan di tengah pandemic Covid-19 ini terjadi.

Alumni FISIP UI Menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar

Alumni FISIP UI Menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar

Muhammad Radhiyan Pasopati Pribadi, biasa dipanggil Radhiyan adalah sarjana Ilmu Politik alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Lulus pada tahun 2019 dan saat ini sedang bekerja dan mengabdi sebagai Pengajar Muda Indonesia Mengajar di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Radhiyan sudah berniat mengikuti Indonesia Mengajar semenjak sembilan tahun lalu ketika program ini baru diluncurkan dan Radhiyan masih SMA saat itu. Sebagai putra kelahiran Jakarta yang besar di Jakarta, Radhiyan merasa kurang memahami betul permasalahan-permasalahan yang ada di daerah-daerah lain di Indonesia.  Apalagi sebagai alumni FISIP UI, ia ingin melihat langsung keadaan sosial-politik Indonesia di garis terdepan dengan kacamata seorang sarjana ilmu politik.

“Sebagai Pengajar Muda, saya menjadi salah satu sarjana yang dikirim untuk mengajar dan bekerja dalam membawa perubahan pendidikan di daerah-daerah terdepan, terpencil atau tertinggal di Indonesia. Saya ditugaskan di Desa Sambrawai, Distrik Yapen Utara. Desa saya begitu terpencil di ujung utara pulau Yapen, jika mau kesana harus melewati gunung-gunung dan disana juga tidak ada sinyal telepon apalagi internet. Warga desa saya hidup dengan sangat sederhana, sehari-hari dihabiskan untuk berkebun, memancing atau menebang pohon. Setiap harinya saya mengajar di SD YPK PNIEL Sambrawai. Karena keterbatasan guru, saya sering mengajar banyak kelas sekaligus, bahkan tidak jarang juga kelas 1 sampai 6,” ujar Radhiyan.

Radhiyan mengatakan biar banyak keterbatasan, anak-anak disana memiliki semangat belajar yang tinggi, mereka selalu senang mengerjakan soal-soal yang diberikan, mereka juga senang membaca buku-buku setiap pagi, bahkan mereka juga inisiatif meminta pekerjaan rumah setiap jam pulang. Ini bukti bahwa biarpun di tempat terpencil, anak-anak Papua memiliki gelora semangat belajar yang tidak kalah dari anak-anak Jawa. Selain mengajar, ia juga bekerja untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pendidikan. Sebagai Pengajar Muda, memiliki berbagai Mitra Langsung yang diajak untuk bekerjasama dalam membangun pendididikan. Di desa, mitra langsung adalah guru, kepala sekolah, orangtua dan masyarakat desa.

Radhiyan menjelaskan, “saya berpartisipasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) dan membantu agar agenda-agenda pendidikan dimasukkan kedalam anggaran penggunaan dana desa. Selain itu, setiap malam saya juga sedang melakukan tur keliling atau blusukan ke rumah-rumah warga untuk membantu anaknya belajar sekaligus membicarakan pendidikan dengan orangtua mereka. Saya juga sering bertemu dan diskusi dengan Kepala Sekolah di luar jam sekolah untuk mendiskusikan perkembangan sekolah dengannya. Sementara itu, di lingkup kerja Kabupaten, saya bersama tim Pengajar Muda juga membangun hubungan dan bekerja dengan mitra langsung di tingkat kabupaten, seperti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Dinas Pendidikan, serta komunitas-komunitas dan kelompok masyarakat yang peduli pendidikan di Yapen”.

Dalam keadaan dan situasi pandemi Covid-19, Radhiyan bersyukur karena Kabupaten Kepulauan Yapen masih tergolong aman dan jauh dari episentrum penyebaran penyakit tersebut. Sekolah diliburkan. Ia berharap situasi penyakit Covid-19 tidak akan pernah sampai ke desa tempat saya bertugas. Radhiyan akan bekerja dan bertugas di Kabupaten Kepulauan Yapen hingga awal tahun 2021. Tentunya ia berharap pekerjaannya disini bisa membawa dampak terhadap pendidikan di Kepulauan Yapen, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, serta bisa membakar semangat belajar, rasa ingin tahu dan cita-cita anak-anak disini. Selain itu, harapannya dengan tinggal bersama masyarakat di desa, bisa belajar kehidupan dan belajar untuk memahami arti kata “Indonesia” lebih baik lagi.

Tracer Study UI Kini Dapat Diakses Melalui Ponselmu!

Tracer Study UI Kini Dapat Diakses Melalui Ponselmu!

Tracer Study UI dapat diakses melalui smartphone


Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni telah melaksanakan Tracer Study Universitas Indonesia (TSUI) secara online sejak tahun 2010. TSUI adalah studi untuk melacak jejak alumni dan memperoleh gambaran situasi transisi dari pendidikan tinggi ke dunia pasca-pendidikan tinggi terutama dunia kerja dan dunia pendidikan lanjutan. TSUI menyediakan data dan informasi mengenai outcome pembelajaran termasuk potret situasi transisi dari pendidikan tinggi ke dunia pasca-pendidikan tinggi terutama dunia kerja dan dunia pendidikan lanjutan.  Masa tunggu kerja, sebaran tempat bekerja, dan keselarasan baik vertikal (keseuaian antara posisi pekerjaan dengan level pendidikan) dan horizontal (antara disiplin keilmuan dengan jenis pekerjaan), juga informasi mengenai perolehan dan penggunaan kompetensi merupakan informasi kunci bagi penyusunan kebijakan mengenai pembinaan karir serta perbaikan input dan proses pembelajaran.

Data dan informasi yang diperoleh dari TSUI juga bermanfaat bagi mahasiswa dalam merencanakan masa depannya. Informasi ini akan sangat membantu mahasiswa dan calon alumni untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Posisi UI sebagai universitas terbaik di Indonesia juga tak lepas dari sukses karir alumninya.

Tahun ini, TSUI menggunakan online research tools baru yang lebih user friendly dan diakses baik melalui komputer maupun smartphone. Responden dapat mengakses kuesioner dengan mudah pada berbagai macam platform yaitu Windows, Mac Os, Linux, dan android. Dengan kemudahan ini, untuk mengisi kuesioner TSUI tidak perlu lagi harus berada di hadapan komputer atau laptop, dan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja responden memiliki waktu luang.

TSUI 2019 dengan target lulusan UI tahun 2017 akan dilaksanakan pada bulan Juli – September 2019. Undangan yang berisikan link kuesioner dan PIN akan dikirimkan melalui email, diharapkan seluruh lulusan UI tahun 2017 dari semua jenjang (Vokasi, S1, S2, dan S3) dan semua varian (Reguler, Ekstensi, Paralel dan Kelas Internasional) dapat merespons undangan tersebut. Bila ada perubahan alamat email, pastikan alamat email anda terupdate dengan melakukan konfirmasi ke tracerstudy@ui.ac.id.

Gambar 1. Tampilan laman muka kuesioner TSUI 2019 pada komputer dan pada smartphone

Gambar 2. Tampilan laman isi kuesioner TSUI 2019 pada komputer dan pada smartphone

Renovasi Taman Teras Gedung A Kontribusi Alumni FISIP UI Angkatan ‘79

Renovasi Taman Teras Gedung A Kontribusi Alumni FISIP UI Angkatan ‘79

Jumat (23/12/2016), FISIP UI menggelar acara Peresemian Renovasi Taman Teras Gedung A. Renovasi Taman Teras Gedung A ini merupakan bentuk kontribusi Alumni FISIP UI Angkatan ‘79 kepada almamaternya. Hadir dalam acara peresemian tersebut, Dr. Arie Setiabudi Soesilo. M.Sc. selaku Dekan FISIP UI, Drs. Awang Ruswandi, M.Si. (Kepala UPMA dan Kantor Data Akreditasi), Meidi Kosandi, S.IP., M.A., Ph.D. (Manajer Riset, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian Masyarakat), Drs. Dadang Sudiadi, M.Si. (Wakil Manajer Khusus Bidang Pengelolaan dan Pemeliharaan), perwakilan alumni FISIP UI Angkatan ’79, perwakilan BEM FISIP UI 2016, dan perwakilan Karyawan FISIP UI. Renovasi Taman Teras Gedung A ditujukan untuk menciptakan keindahan kampus guna mendukung proses belajar, mengajar, dan bekerja di lingkungan FISIP UI.

Kunjungan Alumni FISIP UI Angkatan 80 ke Purwakarta

Kunjungan Alumni FISIP UI Angkatan 80 ke Purwakarta

Sabtu (1/10/16) alumni FISIP UI Angkatan 80 melakukan kunjungan ke Purwakarta. Para rombongan tiba di Waduk Jatiluhur pada pukul 9 pagi dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Dermaga Cilangohar dengan menggunakan perahu. Kegiatan berlanjut di Rumah Sehat dengan mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan bersih kepada ibu-ibu hamil di daerah tersebut. Pada siang harinya, alumni FISIP UI Angkatan 80 menuju Rumah Ilmu untuk beristirahat dan makan siang. Acara kembali dilanjutkan dengan menanam tanaman di polybag disertai acara ramah tamah. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk merekatkan silaturahmi di antara para alumni, namun juga memberikan kontribusi nyata untuk warga di Purwakarta

Buku Kenangan Alumni FISIP UI Angkatan 76

Buku Kenangan Alumni FISIP UI Angkatan 76

Jumat (12/8/2016) perwakilan Alumni FISIP UI Angkatan 76 menyerahkan dua buah Buku Kenangan “76 Selamanya” kepada Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. (Dekan FISIP UI) dan Drs. Awang Ruswandi, M.Si. (Kepala UPMA & KDA FISIP UI). Buku kenangan yang ditulis oleh Binky Suparto, Diana Fawzia, Ida Syahranie, Mohammad Imam Bahtera, Linda Ingrid Tobing, dan Rostina Prawirakusumah ini berisikan banyak foto nostalgia kegiatan-kegiatan mahasiswa FISIP UI tempo dulu.

Pembuatan buku kenangan ini didasari perayaan 40 tahun Persahabatan Alumni FISIP UI Angkatan 76. Sebuah pertemanan yang terjalin dan terpupuk baik hingga kini tumbuh menjadi Persahabatan Alumni FISIP UI Angkatan 76 yang kuat menjaga silaturahimnya.

Pembuatan buku kenangan ini melalui proses panjang dan tidak mudah. Mulai dari penyiapan konsep, materi, hingga ke masalah teknis, desain, dan pencetakan. Setiap tahapan punya kendala sendiri. Materi kenangan reuni terserak dalam ingatan banyak individu FISIP UI Angkatan 76. Serpihan memori ini kemudian dikumpulkan dan dirangkum dalam sebuah buku.

Pengumpulan naskah dari setiap individu dilakukan melalui pendekatan personal. Beruntung masih banyak individu FISIP UI Angkatan 76 yang bersedia berbagi memori. Setiap penulis memiliki gaya tersendiri dalam mengalirkan ingatannya ke bentuk rangkaian kata-kata. Naskah masuk secara berangsur hingga terkumpul dan siap diedit. Pada proses editing, butuh waktu dan ketelitian. Perlu ada konfirmasi atau klarifikasi atas data-data yang terkumpul, misalnya tanggal, tahun, lokasi, nama kegiatan, nama orang, dan sebagainya. Rangkaian proses panjang ini akhirnya melahirkan Buku Kenangan “76 Selamanya” yang memiliki makna tersendiri bagi para aktor di dalamnya. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat menjadi media perekam kenangan masa lalu saat berkuliah di FISIP UI.