Pilih Laman

Terpilihnya Donald Trump sebagai pemimpim negara super power, Amerika, yang baru membuat pandangan geopolitik negara-negra dunia berubah, begitupula Indonesia. Hal itulah yang coba dibahas oleh mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Prof. Doradjatun Kuntjoro-Jakti, pada kuliah umum yang diselenggarakan pada Kamis (13/4) di AJS oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI.

Kebijakan-kebijakan Trump yang luar biasa berdampak pada beberapa negara di dunia. Misalnya sempat dilarangnya beberapa negara Islam seperti Iran, Irak, Sudan Syiria, dan sebagainya. Kondisi ini juga mengkhawatirkan kerjasama bilateral antara Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia dengan Amerika.

“Geopolitik di Indonesia berasaskan bebas aktif yang mana artinya adalah independent of thinking and  freedom of exspresion. Hal tersebut yang coba dibangun oleh para pendiri negara ini,” ucap Prof. Djatun pada kuliah umum tersebut.

Artikel Lainnya:  Departemen Ilmu Hubungan Internasional terima Kunjungan Universiti Malaysia Serawak

Menanggapi ancaman-ancaman yang dilontarkan Trump untuk negara-negara Timur Tengah, Prof. Dorodjatun mengatakan bahwa itu hanyalah lontaran perkataan saja, belum ada strategi yang memang dilakukan Trump. Jika pun sudah ada rencana strategi Trump untuk melarang negara Islam masuk ke Amerika, pemerintah Indonesia sudah memiliki antisipasi melalui imajinasi-imajinasi geopolitik yang sudah dlakukan bertahun-tahun.