Berangkat dari wilayah pelosok di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Yosua Christian Hia, berhasil menorehkan sederet prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional sepanjang semester lima tahun 2025.
Yosua, yang berasal dari latar belakang sekolah daerah dengan ekosistem kompetisi terbatas, menunjukkan konsistensi luar biasa dalam berbagai ajang ilmiah dan debat. Di tengah capaian tersebut, ia juga harus menghadapi duka mendalam setelah kehilangan ayahnya pada tahun yang sama. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bertumbuh dan berprestasi.
Sepanjang satu semester, Yosua berhasil mengoleksi sejumlah penghargaan prestisius. Salah satu yang paling menonjol adalah Grand Champion International EXCESS Essay Competition yang mempertemukan peserta dari lima negara, yakni Malaysia, Belanda, India, Jerman, dan Indonesia. Selain itu, ia juga meraih berbagai gelar juara dalam kompetisi esai internasional serta debat terbuka lintas kampus.
Bagi Yosua, mengikuti kompetisi bukan semata tentang mengejar medali, melainkan menjadi ruang pemulihan diri sekaligus latihan berpikir kritis. Ia menjadikan proses menulis dan berlatih debat sebagai cara menjaga kesehatan mental dan produktivitas akademik.
“Saya yakin pemenang akan selalu lahir dari kegagalan. Pertanyaannya untuk kita adalah: apakah siap gagal demi menjadi pemenang?” ujar Yosua.
Adapun sejumlah capaian yang diraih Yosua sepanjang tahun 2025 antara lain:
- 1st Winner – International Essay Competition “Creation 2.0”, Universitas Malikussaleh
- Best Paper – International Essay Competition “Creation 2.0”, Universitas Malikussaleh
- 1st Winner – National Essay Competition “Gelora Kebangsaan”, Universitas Syiah Kuala
- 1st Winner – International Essay Competition EXCESS, Universitas Lampung
- 1st Winner – Open Debate UI Mine Summit (UIMS), Universitas Indonesia
- 2nd Winner – Open Debate LSF Championship, Universitas Brawijaya
- 2nd Winner – Essay Competition, Universitas Sumatra Utara
- 3rd Winner – Open Debate PECO, Universitas Jakarta
- 3rd Winner – Open Debate KDLK
- 3rd Winner – Open Debate Pancaraya, Universitas Pendidikan Indonesia
- Best Speaker – Open Debate Pancaraya, Universitas Pendidikan Indonesia
Selain berdampak pada capaian non-akademik, Yosua menilai keterampilan yang ia peroleh dari kompetisi, mulai dari menulis, riset, argumentasi hingga berpikir kritis, turut menunjang performanya di bangku kuliah.
Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain, khususnya mereka yang berasal dari daerah, untuk tetap percaya pada proses dan berani mengambil ruang pengembangan diri.
Pihak fakultas menilai prestasi tersebut tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa pun yang konsisten belajar dan berani melampaui keterbatasan.

