Pilih Laman

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Dr. Arie S. Soesilo, M.Sc. didampingi Kepala Unit Penjaminan Mutu Akademik dan Kantor Data Akreditasi Fakultas, Drs. Awang Ruswandi, M.Si., beserta lima staf bagian arsip fakultas mengadakan kunjungan ke kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Kamis (10/3/2016). Dekan dan rombongan diterima langsung oleh Kepala ANRI Dr. Mustari Irawan (alumni S1 dan S3 Ilmu Administrasi Negara FISIP UI) beserta jajarannya.

Kedatangan Dekan dan rombongan ke ANRI, pertama untuk mengantar secara resmi staf arsip fakultas yang akan magang di ANRI. Kedua, kunjungan ini juga sebagai penjajakan awal untuk kerja sama lebih lanjut baik antara fakultas maupun universitas dengan ANRI. Dari hasil perbincangan antara Dekan dengan Kepala ANRI, banyak peluang yang dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama di antara kedua belah pihak.

Artikel Lainnya:  TVUI Resmi Bersiaran di Frekuensi 52 UHF

Untuk kegiatan magang sendiri, staf arsip fakultas akan mendalami khusus soal penanganan arsip multimedia yang selama ini belum digarap oleh kantor arsip fakultas maupun universitas. Mulai tahun ini, kantor arsip FISIP UI akan memulai memngumpulkan dan mengelola arsip multimedia.

Pengelolaan arsip multimedia ini merupakan program rintisan yang digarap kantor arsip FISIP UI. Hal ini penting dilaksanakan segera, mengingat arsip multimedia (foto, video, audio, gambar arsitektural, dan sebagainya) yang merekam aktivitas fakultas sejak berdiri sampai saat ini, masih terserak di mana-mana dan belum ada tempat penyimpanan yang baik. Karena pentingnya kegiatan ini, maka Dekan merasa perlu untuk mendatangi ANRI secara langsung dan berdialog dengan Kepala ANRI beserta jajarannya.

Artikel Lainnya:  Sneak Peek of Indonesia Ethnography Collection in Volkenkunde Museum

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga mengunjungi diorama Sejarah Perjalanan Bangsa yang ditampilkan secara visual dengan menggunakan teknologi multimedia. Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa menggunakan ruangan seluas 750 meter persegi terdiri dari delapan hall yang masing-masing memuat petikan peristiwa pada episode tertentu. Sajian peristiwa ditampilkan dengan berbagai teknik, perpaduan antara seni dan teknologi. Diorama yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini terbuka untuk umum.