Pilih Laman

UI menjadi tuan rumah untuk penutupan China-ASEAN International Touring Assembly & Journalists Rally (CAITA) 2017 pada Rabu (27/12). Sebanyak 70 peserta tur yang merupakan para jurnalis dari negara-negara ASEAN dan China, akhirnya tiba di kampus Universitas Indonesia untuk menyelesaikan rangkaian perjalanannya. Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., bersama Rektor UI, Prof. Mohammad Anis, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN, AKP Mochtan, serta Kuasa Usaha Sementara Utusan Tiongkok untuk ASEAN, Jiang Qin, menjadi tamu kehormatan yang menyambut iring-iringan 25 mobil peserta di garis finish, area Rotunda UI.

Sebelum tiba di Indonesia, tur reli mobil ini telah menempuh perjalanan sepanjang 10.000 kilometer. Dimulai dari Hepu, sebuah kota yang pernah digunakan sebagai pelabuhan dalam jalur sutera perdagangan di Cina Selatan, kemudian dilanjutkan dengan rute Hanoi-Vientiane-Bangkok-Yangon-Siam Reap-Kuala Lumpur-Singapura-Bandar Seri Begawan-Manila. Tahun ini merupakan tahun ke-11 penyelenggaraan CAITA Rally, namun menjadi kali pertama untuk rute terpanjang dengan melibatkan kawasan China dan 10 negara ASEAN.

Artikel Lainnya:  Bedah Buku Krisis Pangan dan Sesat Pikir: Mengapa Masih Terjadi?

Sejak tahun 2006, CAITA Rally menjadi kegiatan penting bagi terjalinnya komunikasi dan tukar budaya antara China dan negara-negara ASEAN. Menurut Mochtan, tur reli ini dapat membangun persahabatan dan rasa pengertian antar negara-negara ASEAN maupun ASEAN dan China.

“Laut, gunung-gunung dan perbatasan bukan penghalang untuk mewujudkan persahabatan ini, dan CAITA Rally sudah membuktikannya,” ungkap Mochtan dalam sambutannya.