Pilih Laman

Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial mengangkat tema kesehatan mental dalam lanjutan seri diskusi yang dilakukan pada Kamis, (6/4) di Miriam Budiardjo Resource Center, Kampus FISIP UI, Depok. Diskusi tersebut membahas tentang sejarah dan perkembangan program penanganan kesehatan jiwa di Indonesia hingga implementasinya di masa sekarang.

Pembicara yang diundang dalam diskusi tersebut adalah Prof. Hans Pols dari University of Sydney. Prof Hans menjelaskan tentang seluk beluk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia sejak tahun 1930-an. Menurutnya, sejarah penangangan masalah kejiwaan sangat penting untuk dipelajari agar implementasi yang dilakukan sekarang dapat tepat sasaran.

Selain itu, hadir juga ketua Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) DKI Jakarta, dr. Nova Royanti Yusuf, Sp.Kj. Dokter Nova membahas tentang implementasi program kesehatan jiwa sesuai Undang Undang No. 18 Tahun 2014. Menurutnya, peran Pekerja Sosial sangat penting dalam penangan orang dengan gangguan jiwa.

Artikel Lainnya:  Indo-IGCC: From Human to Post Human

“Peksos sangat berperan dalam hal ini, misalnya sebagai liaison antara keluarga dan pihak rumah sakit atau panti. Peksos juga memiliki tugas mengubah stigma masyarakat tentang ODGJ,” tuturnya.

Tema yang dibicarakan dalam diskusi ini berhubungan dengan tema Hari Kesehatan Sedunia 2017 yang jatuh pada 7 April yaitu “Depression: Let’s Talk”. Tema global tersebut diturunkan menjadi tema nasional yaitu “Depresi: Yuk Curhat!.” Depresi tentu saja menjadi salah satu penyebab orang mengalami masalah kejiwaan. Untuk itu, curhat menjadi penangan yang tepat untuk menghurangi depresi pada seseorang.