Pilih Laman

Bersinergi dengan penyelenggaraan mata kuliah Etika Media, Program Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP UI menggelar diskusi dengan tema “Dilema Sensor di Televisi Indonesia: E(STE)TIKA” pada Kamis (17/11/2016) di Auditorium Komunikasi, Kampus FISIP UI Depok.

Diskusi ini berangkat dari keresahan terhadap sejumlah penyensoran tayangan televisi yang mengundang reaksi pro dan kontra di masyarakat. Beragamnya tanggapan atas polemik etis sensor di televisi dan ketiadaan pihak yang secara tegas menyatakan tanggung jawabnya membuat isu ini terus bergulir tanpa arah yang jelas. Berdasarkan latar belakang tersebut, diskusi ini diadakan sebagai upaya mencari titik terang dari perbedaan pandangan antarpihak yang terlibat.

Empat pembicara dihadirkan dalam acara ini, antara lain Hardly Stefano Pariela, S.E., M.KP. (Komisioner KPI), Drs. Gilang Iskandar, M.M. (Sekretariat Korporat Indonsiar), Dr. Haryatmoko (Pakar Etika Komunikasi), dan Dr. Ade Armando, M.Si. (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI).

Pada sesi pertama, Hardly memaparkan tentang landasan pemberlakuan sensor pada media penyiaran, khususnya terkait dengan konten seksual, tinjauan KPI terhadap kebutuhan sensor pada konten media penyiaran saat ini, serta tanggapan KPI terhadap opini publik yang memposisikan KPI sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pengaburan gambar di beberapa tayangan televisi yang menampilkan tokoh perempuan. Di sesi kedua, Gilang menjelaskan seputar kebijakan swasensor terhadap konten tayangan pada lembaga penyiaran dan perspektif pelaku industri penyiaran terhadap tanggapan masyarakat yang memprotes isi siaran yang mendapatkan swasensor.

Artikel Lainnya:  Mahasiswa FISIP UI Raih Juara II dalam Festival Integritas Kampus

Acara dilanjutkan dengan presentasi Haryatmoko yang membahas batasan konten pornografi di media dan etika komunikasi tentang konten seksual di media penyiaran. Sesi narasumber ditutup dengan pembahasan dari Ade Armando yang memaparkan asal-mula sensor di media massa, regulasi yang mengatur penyiaran konten seksual di Indonesia, serta dampak penyebaran konten seksual di media terhadap masyarakat dan urgensi sensor pada konteks sekarang.

Diskusi ini dihadiri mahasiswa, akademisi, penggiat masyarakat sipil, dan profesional penyiaran. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini untuk mengasah kemampuan praktis mahasiswa Program Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP UI, khususnya Pemintan Kajian Media.