Pilih Laman

Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Indonesia (UI) menggelar seri diskusi politik dengan mengundang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Aula terapung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia (07/01) .Fokusnya yakni, diskusi platform partai politik kebijakan pembangunan PKS,terwujudnya masyarakat madani yang adil sejahtera dan bermartabat.
Hadir sebagai pembicara Presiden PKS Anis Matta serta para kader PKS. Selain itu, ada pula Wakil Ketua DPR dari PKS Sohibul Iman.Dalam diskusi tersebut, para tamu yang hadir banyak mencecar pertanyaan kepada para kader PKS, seputar isu poligami dan korupsi di sepanjang 2013.
Dalam diskusi yang dimoderatori Dosen FISIP UI Chusnul Mariyah,Ph.D, Anis Matta sengaja diundang untuk memaparkan plaform PKS sebagai peserta Pemilu, sedangkan Shobihul diudang kapasitasnya sebagai penulis buku platform PKS.
Dalam pidatonya, politikus PKS Sohibul Iman menjabarkan, platform visi misi dan prioritas PKS tahun 2014. Dengan ideologi masih berazaz Islam, PKS sadar apa yang menjadi dasar mereka adalah Islam dan menjadi bahan inspirasi.
“Dalam realita, prinsipil ideologi itulah Islam, kami ejawantahkan salah satunya dalam keadilan. Falsafah dasar perjuangan, keadilan di dalam politik bisa dicapai dengan itu sendiri, keadilan dalam sosial kita berbicara tentang kesetaraan,”
Sohibul menambahkan, kemiskinan di Indonesia ada dua yakni, di sektor pertanian dan sektor informal perkotaan. Jadi sasaran mereka yakni, PKS sudah menyiapkan tiga langkah utama.
“Untuk di sektor pertanian, kami cari cara dari yang sangat moderat dan radikal sampai kepada land reform. Tentu dengan risiko politik, kami berbicara untuk mengurangi kemiskinan perkotaan, harus ciptakan lapangan kerja baru, industrialisasi dan harus punya daya saing,”.
Ketiga, kata dia, untuk menciptakan negara yang sustainable, maka harus terus memiliki kreatifitas, menciptakan sumber daya yang baru. Salah satunya dengan mengembangkan dari sektor kelautan.
“Hanya dua sektor yang sulit diambil negara lain, yakni kembangkan sektor kelautan, sangat luar biasa. Sedikit yang bisa menyaingi kita. Lalu konsen kita kepada perkembangan mutakhir dan inovasi. Wirausahawan menjadi konsen kami,”.

Artikel Lainnya:  Industri TV yang Gemerlap dan Nasib Pekerja Anak yang Terlelap