Select Page

Promosi Doktor Departemen Ilmu Politik FISIP UI atas nama Sarah Nuraini Siregar pada Selasa (22/10) di Auditorium Juwono Sudarsono. Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Demokrasi dan Kepolisian di Indonesia Era Reformasi: Studi Profesionalitas Polri dalam Pemilu Presiden 2019 di Jawa Barat” di hadapan dewan penguji.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah masalah dalam profesionalitas Polri di era demokrasi pasca reformasi. Salah satunya adalah keterlibatan dan peran polisi dalam kontestasi politik. Keterlibatan Polri dalam politik menjadi fenomena penting karena memperlihatkan persoalan mendasar dalam profesionalitas aktor keamanan yang tidak selaras dengan prinsip demokrasi, yaitu tidak terlibat dalam politik.

Keterlibatan ini teriadi saat situasi demokrasi Indonesia mengalami kemunduran dan berlangsung pada Pilpres 2019 di Jawa Barat. Fenomena empiris in menjadi dasar terbentukya pertanyaan penelitian dalam disertasi ini, yaitu bagaimana profesionalitas Polri dalam demokrasi Indonesia era reformasi, yang dilihat melalui Pilpres 2019 di Jawa Barat.

Untuk menjawab pertanyaan penelitian, disertasi in menggunakan dua teori utama yaitu Demokrasi dan De-demokratisasi dan Hubungan Sipil-Militer dan satu konsep kekuasaan politik dalam pemolisian. Metode penelitian dalam disertasi in adalah kualitatif berdasarkan studi kasus dengan tipe single-case design yang holistik. Data primer diperoleh dari hasil wawancara para informan yang dipilih secara purposif.

Data primer dilengkapi dengan data sekunder melalui literatur, regulasi, serta laman opini informan yang tidak bisa diwawancarai. Jumlah informan dalam penelitian sebanyak 20 dari 23 yang direncanakan.

Disertasi ini dengan mensintesakan tiga konsep menghasilkan sejumlah temuan yang menjawab pertanyaan penelitian mengenai profesionalitas kepolisian di era demokrasi dalam kontestasi politik pemilu, dengan mengangkat studi kasus Pilpres 2019 di Jawa Barat.

Temuan-temuan disertasi memperlihatkan bahwa profesionalitas kepolisian dalam kontestasi politik di era demokrasi tidak bisa dilepaskan dari determinasi bentuk kapasitas demokrasi, kepentingan politik, serta cara pandang polisi dalam menjalankan fungi dan kewenangannya.

Penelitian disertasi in menunjukkan bahwa persoalan profesionalitas Polri dalam Pilpres 2019 di Jabar disebabkan sejumlah faktor, yaitu: kapasitas demokrasi negara yang rendah melalui penggunaan instrumen penegakan hukum Polri; persepsi polisi mengenai kekuasaan pemolisian melampaui batasan prinsip profesionalitas; adanya dua kepentingan yang saling berkelindan dalam hubungan negara dan polisi sebagai aliansi politik; dan lemahnya seluruh mekanisme pengawasan kepada kepolisian. Temuan-temuan ini memperlihatkan bahwa pelemahan demokrasi justru terjadi di saat polisi secara kelembagaan telah mandiri sebagai institusi penegak hukum.