Select Page

Gita Aprinta EB menjadi doktor dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Masyarakat Informatika untuk Keterlibatan dan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan (Pengalaman dan Praktik Teknologi Informasi dan Komunikasi Masyarakat Kota dalam Membentuk Keterlibatan dan Pemberdayaan di Kota Semarang).”

Pada sidang terbuka promosi doktor ini ini dilaksanakan pada Senin (2/1) di Auditorium Juwono Sudarsono. Ketua Promosi Doktor, Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Promotor Dr. Hendriyani dan Ko-Promotor Endah Triastuti, Ph.D serta dewan penguji Dr. Elidjen, Dr. Dyah Rahmawati Sugiyanto, Inaya Rakhmani, Ph.D dan Prof. Dr. Billy K. Sarwono.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam komunitas atau masyarakat seharusnya tidak hanya menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur namun juga dengan mempertimbangkan konteks lainnya yang mencakup pengalaman dan praktik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Gita mengatakan, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan praktik masyarakat dengan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dengan menitik-beratkan pada pengalaman komunitas sebagai masyarakat kota di mana TIK secara aktif digunakan sebagai bentuk keterlibatan dengan pemerintah. Kota dirancang dan dikembangkan secara strategis dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka.

Menggunakan paradigma konstruktivis, penelitian ini merujuk pada pemikiran Michael Gurstein mengenai Community Informatics yang mengedepankan penggunaan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi untuk pemberdayaan masyarakat.

Perkembangan dan Penggunaan TIK di kota Semarang di desain berdasarkan strategi Rencana Pembangunan Jengka Menengah Daerah [RPJMD] tahun 2016-2021. Dalam gagasan masyarakat informatika, desain TIK yangtapat akan membuka kesempatan untuk dan pembangunan infastruktur TIK kota merupakan perwujudan dari desain TIK. Infastruktur TIK kota semarang pertma kali dibangun 2013 dengan konsep pintar dengan pemasangan 2.300 titik free wifi di area publik. Pembangunan infastruktur TIK memberikan kesempatan akses yang luas dalam pengembangan potensi kota.

Pada tahun 2018, pemerintah kota semarang membuat rencana induk semarang kota cerdas yang dituangkan dalam peraturan walikota semarang nomor 26 tahun 2018. Tujuannya untuk mempercepat penanganan program prioritas dari RPJMD kota Semarang. Pengembangan infastruktur TIK meliputi pengembangan program jariangan, pembuatan portal lintas instansi dan informasi online, kapasitas jaringan data yang dititik beratkan pada enam dimensi yaitu, smart governtmen, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart enviroment.

Pembangunan infastruktur TIK di kota semarang dan bahwa kota semarang sebenarnya diawali dari tindak lanjut regulasi pemerintah yaitu Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Gita menjelaskan hasil temuannya, penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di perkotaan terkait era dengan rencana pembangunan nasional yang memerlukan berbagai kebijakan, regulasi, kelokalan dan konteks sosial sekaligus mengatur penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pada masyarakat perkotaan, sehingg pengembangan infrastruktur memiliki posisi penting dalam konteks masyarakat informatika. Kedua, pengalaman dan praktik teknologi informasi dan komunikasi masyarakat kota dipengaruhi oleh kecemasan, rasa tidak percaya terhadap pemerintah dan teknologi itu sendiri. Ketiga terdapat gap antara teori dan praktik masyarakat informatika dalam penelitian ini.

Gap tersebut terletak pada pemikiran pemikiran bahwa pemberdayaan masyarakat terjadi tidak hanya pada masyarakat mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi namun juga karena adanya aset komunitas seperti kepercayaan, timbal balik, kerjasama, nilai norma bersama yang dihasilkan dari interaksi dalam jaringan sosial masyarakat sehingga penelitian ini menawarkan “kebaruan” konseptual “desain teknologi informasi dan komunikasi yang lebih humans, baik secara infrastruktur maupun praktik atau pengalaman.