


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universias Indonesia (FISIP UI) telah meresmikan kembali doktor komunikasi, Anastasia Yuni Widyaningrum pada Selasa (12/08) di Auditorium Juwono Sudarsono. Anastasia mengangkat judul penelitian disertasi “Solidaritas dan Governmentalitas Neoliberal Berbasis Lokalitas (Localised Governmentality) (Studi Etnografi Digital Komunitas Daring Sonjo Masa Pandemi Covid-19)”.
Anastasia mengkaji penggunaan media digital untuk membangun solidaritas dalam upaya bertahan hidup selama krisis pandemi COVID-19. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa media digital memainkan peran sentral dalam tata kelola mandiri, atau governmentalitas neoliberal, dalam konteks solidaritas daring.
Menurutnya, penggunaan media digital dianggap sebagai langkah strategis di tengah keterbatasan pertemuan fisik selama pandemi. Dengan lensa teoretis governmentalitas neoliberal, penelitian ini secara kritis mengeksplorasi praktik media digital sebagai upaya bertahan hidup tanpa bergantung pada bantuan negara. Fokus penelitian adalah komunitas daring lokal SONJO yang berbasis di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menekankan bahwa, studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian governmentalitas neoliberal. Fokus pada komunitas daring lokal SONJO dalam memanfaatkan media digital sebagai alat untuk tata kelola mandiri bagi individu dan kelompok pada masa awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2022 di Indonesia. “Masyarakat neoliberal sering kali memiliki harapan dan kepercayaan rendah terhadap pemerintah dalam menyediakan layanan dasar seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan,” ujarnya.
Pemerintah dengan berbagai kebijakan penanganan pandemi COVID-19 tidak cukup daya untuk menjangkau seluruh anggota masyarakat; di lain sisi, masyarakat dalam tekanan untuk menjangkau kebutuhan layanan dasar.
“Temuan penelitian, politik neoliberal yang mendorong individu untuk mengejar kesejahteraan bagi dirinya justru menunjukkan kontradiksinya dengan aksi gotong royong daring. Komunitas daring berupaya berdaya dan bertahan dengan memaksimalkan media digital berupa WhatsApp, situs web dan media sosial yang menjadi instrumen penting untuk mengelola kebutuhan dasar, menjadi ruang demokrasi informasi, transparansi data, menyederhanakan birokrasi, dan menjangkau masyarakat tak berdaya oleh sistem,” jelas Anastasia.
Selain itu, penelitian ini juga mengungkap kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi oleh respons bencana negara dan menekankan betapa pentingnya kerjasama individu dan komunitas mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat saat situasi krisis.
Kesimpulan penelitian, komunitas daring dan media digital menandakan masyarakat akar rumput, aktif dalam penanganan bencana dan menantang relasi terpusat penanganan bencana di Indonesia. Komunitas daring dan media digital menjadi himpunan kekuatan individu/kelompok berdaya dan merupakan instrumen dan mekanisme strategis dalam tata kelola pandemi COVID-19.
Sidang terbuka promosi doktor ini, di ketuai oleh Prof. Dr. Dody Prayogo, MPSt. Sebagai promotor Inaya Rakhmani, M.A., Ph.D. dan kopromotor Prof. Evi Eliyanah, Ph.D. Anastasia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para dewan penguji, yaitu Jonatan Lassa, Ph.D., Novi Kurnia, Ph.D., Dr. Hendriyani, Endah Triastuti, Ph.D., dan Whisnu Triwibowo, Ph.D.







