


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universias Indonesia (FISIP UI) telah meresmikan kembali doktor komunikasi, Kurnia Arofah pada Selasa (12/08) di Auditorium Juwono Sudarsono. Kurnia mengangkat judul penelitian disertasi “Mediatisasi Religi dan Transformasi Pasar Penceramah Islam”.
Menurut Kurnia, disertasi ini mengkaji bagaimana media sosial berperan dalam mediatisasi religi dan ikut membentuk dinamika baru dalam pasar penceramah Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan mediatisasi mendalam dan fenomenologi materialis, penelitian ini menelusuri perubahan praktik dakwah baik dari sisi produksi oleh penceramah maupun konsumsi oleh jamaah di tengah berkembangnya teknologi dan platform digital.
“Disertasi ini memosisikan media sosial bukan sekadar sebagai alat, melainkan sebagai elemen yang turut membentuk praktik keagamaan sehari-hari. Mediatisasi religi dipahami sebagai proses yang melekat dalam kehidupan sosial modern, dipengaruhi oleh logika media dan dorongan individualisasi. Kajian ini mengangkat pentingnya perkembangan media sosial dalam praktik religi, perubahan lanskap pasar penceramah, dan kerangka teoritis mediatisasi sebagai landasan analitis,” ujarnya.
Kunria menekankan bahwa temuan utama menunjukkan bahwa praktik komunikasi dakwah melalui media sosial bukan sekadar respons terhadap perkembangan teknologi, tetapi bagian dari proses pelembagaan praktik religi yang terus menyesuaikan diri dengan perubahan sosial.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “penceramah Islam memanfaatkan media sosial sebagai infrastruktur dakwah untuk membentuk otoritas performatif, yakni otoritas yang dibangun dan dirawat melalui interaksi dengan jamaah, afiliasi nilai, dan keterlibatan emosional.”
“Proses tersebut dijalankan secara performatif melalui konsistensi strategi presentasi diri, respons terhadap ekspektasi audiens, dan kemampuan membangun keterlibatan digital seperti perluasan jejaring, pengelolaan kehadiran di berbagai media, dan monetisasi secara berkelanjutan,” jelas Kurnia.
Sementara itu, jamaah berperan aktif dalam menyaring dan menafsirkan pesan dakwah melalui proses negosiasi antara pengalaman hidup, kebutuhan spiritual, dan preferensi individu, yang juga dibentuk oleh personalisasi algoritmik media sosial. Dalam konteks ini, relasi antara penceramah, jamaah, dan media berlangsung dalam figurasi komunikatif dinamis, yang terus menata ulang cara dakwah dijalankan dan dimaknai.
“Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pasar penceramah Islam di media sosial terbentuk melalui relasi timbal balik antara strategi dakwah penceramah, partisipasi jamaah, dan logika media sosial yang terus berubah,” ungkap Kurnia.
Disertasi ini berkontribusi pada kajian mediatisasi religi dengan menyoroti bagaimana praktik religi terbentuk melalui interaksi antara pengalaman subyektif, kondisi sosial, dan media yang tidak lagi berperan sekadar sebagai alat teknis, melainkan hadir sebagai bagian dari figurasi sosial yang memfasilitasi, membatasi, dan membentuk praktik kehidupan sehari-hari. Peran ini tidak bersifat deterministik, melainkan selalu dinegosiasikan dalam dinamika relasi yang terus berkembang.
Sidang terbuka promosi doktor ini, di ketuai oleh Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto. Sebagai promotor Inaya Rakhmani, M.A., Ph.D. dan kopromotor Prof. Evi Eliyanah, Ph.D. Anastasia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para dewan penguji, yaitu Prof. Martin Slama, Ph.D., Najib Kailani, Ph.D., Dr. Hendriyani, Endah Triastuti, Ph.D. dan Dr. Niken Febrina Ernungtyas, M.Si.







