
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan forum dialog terbuka bertajuk “Dialog Bareng Dekan dan Manajer” (DIREKAM) 2026 pada Rabu (9/9) bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI Depok.
Forum tahunan yang diinisiasi oleh BEM FISIP UI melalui Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) ini mempertemukan pimpinan dekanat dan Pusat Administrasi Fakultas (PAF) dengan Keluarga Mahasiswa (KM) FISIP UI guna membahas transparansi tata kelola, pembenahan fasilitas kampus, serta penguatan atmosfer akademik yang adil dan inklusif.
Mengusung tema “Bersuara Bersama, Bergerak Bersama”, DIREKAM 2026 dirancang sebagai wadah advokasi partisipatif bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi, keluhan, serta menyampaikan hasil kajian empiris terkait layanan akademik dan fasilitas pendukung perkuliahan di lingkungan FISIP UI.
Forum diskusi ini dihadiri langsung oleh Dekan FISIP UI Prof. Dra. Evi Fitriani, M.A., M.I.A., Ph.D., jajaran pimpinan dekanat, para manajer, Ketua dan Wakil Ketua BEM FISIP UI 2026, serta perwakilan lembaga dan komunitas kemahasiswaan[1][2].
Dalam pemaparannya mengenai Visi dan Misi FISIP UI Periode 2025–2029, Dekan FISIP UI Prof. Dra. Evi Fitriani, M.A., M.I.A., Ph.D. menegaskan komitmen fakultas dalam membangun atmosfer akademik yang unggul, berdaya saing global, dan berkeadilan.
“FISIP UI berkomitmen menjadi pusat pengetahuan ilmu-ilmu sosial yang unggul dan berdaya saing dengan mengutamakan kualitas, integritas, dan kredibilitas sehingga berdampak konstruktif terhadap pembangunan masyarakat Indonesia dan dunia. Komitmen ini kami wujudkan melalui penyediaan akses pendidikan ilmu sosial yang luas dan adil, perluasan skema beasiswa, serta penciptaan atmosfer akademik yang kondusif yang berlandaskan pada Sembilan Nilai Universitas Indonesia, tegas Prof. Evi.
Prof. Evi memaparkan data konkret mengenai pemenuhan aksesibilitas pendidikan di FISIP UI, di mana pada angkatan 2026 tercatat 39 mahasiswa diterima melalui jalur afirmasi dan 4 mahasiswa berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Selain itu, sebanyak 92 mahasiswa atau 16,5% dari total mahasiswa baru menerima skema UKT Berkeadilan. Dari sisi bantuan finansial, per Agustus 2026 tercatat 325 mahasiswa FISIP UI menerima beasiswa dari Universitas Indonesia dan 46 mahasiswa menerima beasiswa internal FISIP UI yang didukung oleh ikatan alumni dan mitra strategis, seperti SALAMAN ILUNI FISIP, Kaka Asuh ’80 & ’86, serta Taza Impact.
Selain penjelasan tersebut, forum DIREKAM 2026 diisi dengan dialog dua arah antara mahasiswa dan pimpinan fakultas terkait hasil kajian lapangan mengenai perbaikan fasilitas di 17 gedung FISIP UI.
Isu-isu krusial yang dibahas mencakup pembenahan fasilitas, penegakan aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok dan Vape (KTR), hingga peningkatan efisiensi layanan persuratan akademik melalui SIKES PPAA dan SAPA OPF.
Acara diakhiri dengan penyerahan dokumen kajian aspirasi mahasiswa secara simbolis dari BEM FISIP UI kepada dekanat. Pihak fakultas menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawalan dan evaluasi berkala melalui skema Follow Up 3P (Plan, Progress, Problem) demi memastikan setiap aduan dan rekomendasi ditindaklanjuti secara akuntabel.



