Pilih Laman

Dosen Departemen Ilmu Politik Syahrul Hidayat, Ph.D. mempublikasikan karya tulis ilmiahnya dalam buku berjudul Mengislamkan Negara Sekuler: Partai Refah, Militer dan Politik Elektoral di Turki. Diskusi yang membedah isi buku tentang perkembangan politik di negara Turki ini diadakan di Ruang Diskusi Lantai 3 Miriam Budiarjo Research Center (MBRC) FISIP UI pada Jumat (9/9).

Dengan dimoderatori oleh Koordinator Riset dan Publikasi FISIP UI Drs. Raymond Michael Menot, diskusi yang diikuti oleh kurang lebih 40 orang ini dimulai dengan pemaparan isi buku ini. Buku ini menceritakan tentang dunia perpolitikan Timur Tengah yang mulai bergejolak tatkala terjadi “Arab Spring” yaitu sebuah kejadian runtuhnya pemerintahan Muammar Gaddafi. Keadaan tersebut kemudian berlanjut dan merembet ke negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk Turki.

Artikel Lainnya:  KTF UI Raih Kemenangan di Korea Selatan

Setelah pemaparan awal, sang penulis Syahrul Hidayat bersama Arya Sandhiyudha, pengamat politik internasional, menjawab pertanyaan dari peserta diskusi. Salah satu peserta menanyakan mengenai apakah neoliberalisme yang dibawa oleh Turki pada saat ini akan mengatasi kesenjangan baik secara sosial dan ekonomi. Syahrul lantas menjawab bahwa sebagai ideologi, neoliberalisme akan terus berkembang dan belum akan selesai. Oleh karena itu, ideologi tersebut akan terus mencari bentuk terbaiknya.

Seorang peserta diskusi lain mengajukan pertanyaan berkaitan dengan kondisi partai politik di Turki. Dirinya bertanya apakah Adalet ve Kalkınma Partisi atau Partai Keadilan dan Pembangunan yang merupakan partai besar di Turki memiliki karakteristik dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Syahrul mengatakan terdapat perbedaan secara signifikan antara kedua partai tersebut. Ia menjawab proses Islamisasi yang belakangan dilakukan oleh Presiden Erdogan merupakan Islamisasi dalam tanda kutip. Artinya, kegiatan agama yang dilakukan oleh Erdogan melalui AKP selalu diselipkan dengan diskusi politik. Hal ini mengakibatkan partai yang semakin kuat secara akar rumput dan bertahan hingga sekarang.

Artikel Lainnya:  Dubes RI untuk Yordania dan Palestina Berikan Kuliah Umum Mengenai Dinamika Timur Tengah

Dr. Syahrul Hidayat, PhD adalah seorang dosen di Departemen Ilmu Politik FISIP UI. Ia mulai mengajar sejak tahun 2006. Setelah menyelesaikan MA Middle East di Institute of Arabic and Islamic Studies University of Exeter UK, dia melanjutkan studinya di tempat yang sama untuk program PhD. Penelitian yang dilakukan untuk program PhD tersebut adalah perbandingan antara AKP di Turki dan PKS di Indonesia yang difokuskan pada strategi kedua partai tersebut dalam mengantisipasi dampak dari proses moderasi dalam sistem politik yang demokratis.

Saat ini di sela membangun pengembangan studi Indonesia, Syahrul melanjutkan penelitian-penelitian mengenai gerakan Islam sosial dan politik, terutama di partai-partai Islam dan Muhammadiyah di Indonesia. Beberapa penelitian yang sedang dilakukan adalah ‘Islamic Parties in Local Elections: PKS in Jakarta and Padang’, ‘Political Engagement of Islamic Social Movement: Muhammadiyah and Indonesia’s Senate Election’ dan ‘Pattern of Coalition of Islamic Political Parties in Indonesia.

Artikel Lainnya:  Pembukaan FISIP Premier Games 2017, Tujuh Departemen di FISIP UI Beradu Yel-Yel