Pilih Laman

Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI  mengundang Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Yordania dan Palestinua, Andy Rachmianto, untuk mengisi kuliah umum. Andy mengisi materi tentang dinamika timur tengah khususnya konflik yang terjadi di Suriah, Yaman, dan Palestina. Kuliah umum diadakan di Auditorium Komunikasi, Jumat (20/10).

Dinamika negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara selalu dihubungkan dengan fenomena Arab Spring. Fenomena ini dimulai pada akhir Desember 2010 dimana terjadi demonstrasi besar-besaran untuk menggulingkan Presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali dan rezim militernya. Tak disangka, demonstrasi serupa menyebar bagaikan virus ke negara-negara arab lainnya seperti Syiria, Yaman, Mesir, dan Libia.

Gerakan Arab Spring pada dasarnya menginginkan negara-negara Arab lebih demokratis dan keadaan ekonominya membaik. Namun, gelombang demonstrasi besar-besaran turut pula mengakibatkan stabilitas keamanan yang kacau dan menimbulkan konflik memeperebutkan kekuasaan. Konflik terjadi baik di dalam negara itu sendiri atau melibatkan beberapa negara. Gerakan ekstremis khususnya islamistik seperti ISIS pun memperkeruh keadaan di MINA (Middle East and North Africa).

Suriah dan Yaman menjadi salah dua negara yang terdampak Arab Spring. Di Suriah, konflik diawali aksi demonstrasi terhadap Pemerintahan Presidan Bashar Al Assad pada Maret 2011. Konflik ini berlanjut hingga menewaskan 480.000 jiwa termasuk 50.000 diantaranya adalah anak-anak. Sedangkan di Yaman konflik bermula saat kelompok Houthi mencoba mengkudeta pemerintah pada 20 Januari 2015. Aksi ini diikuti pembubaran Parlemen Yaman pada tanggal 6 Februari 2015.

Artikel Lainnya:  Refleksi Kelembagaan Politik Formal Partai dan Pemilu Era Reformasi: Perubahan dan Keberlanjutan

Kedua konflik ini juga terus berlanjut akibat proxy war, dimana Amerika Serikat dan Rusia beserta sekutunya berusaha melibatkan kepentingannya untuk mendukung salah satu kubu yang berkonflik di negara-negara Arab.

Andy Rachmianto juga menjelaskan tentang keadaan di Palestina yang tengah berkonflik dengan Israel, khususnya saat keadaan memanas pasca penembakan 2 tentara Israel oleh 3 warga Palestina. Akibat peristiwa penembakan, kegiatan ibadah di salah satu tempat suci umat muslim ini dibatasi dengan dipasangnya metal detector dan electronic portal.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang memiliki kedekatan dengan negara-negara Arab tentu memiliki peran untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Peran Indonesia sesuai prioritas politik luar negeri pemerintahan Jokowi-JK yang salah satu poinnya menyebutkan bahwa Indonesia harus memperkuat peran dan keterlibatannya di dunia internasional.

Peran Indonesia untuk konflik Suriah dan Yaman diantaranya mendukung dialog politik Syrian-Ied yang inklusif, mendesak masyarakat internasional untuk mendorong gencatan senjata dan penghentian kekerasan, mendukung resolusi dewan keamanan PBB, dan ikut serta dalam diplomasi-diplomasi internasional mengenai stabilitas keamanan Timur Tengah.