Pilih Laman

Bagi mahasiswa dan mahasiswi FISIP UI, melakukan pengabdian masyarakat bukan hanya tentang mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi sebagai pengamalan akan ilmu-ilmu sosial yang lebih dalam. Sejak tanggal 26 Januari 2020 hingga 1 Februari 2020, sebanyak 48 orang mahasiswa dan mahasiswi FISIP UI melakukan pengabdian masyarakat yang bernama Eksplorasi Desa Kita (ESA) di Desa Wargajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini mengusung tema “Pendidikan Kontekstual” yang mengedepankan situasi faktual yang ada di desa untuk kemudian dikembangkan. Tema ini kemudian dirancang dan di implementasikan oleh panitia dan relawan ESA. Proses kegiatan ESA dilalui oleh beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut berupa assessment, rekrutmen relawan, pelatihan relawan dan pelaksanaan di titik aksi.

Artikel Lainnya:  Suatu Kajian Tentang Politik Identitas Pada Pemilihan Walikota Sibolga Periode 2015-2020

Rangkaian proses ini dilakukan mulai dari Juni 2020 hingga pelaksanaan pada Januari 2020.  Kegiatan pengabdian terbagi atas beberapa agenda yang di antaranya adalah pendidikan anti korupsi bagi siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS), workshop kewirausahaan dengan warga, serta focus group discussion partisipasi politik dengan pemuda setempat.

Tentunya, pemilihan agenda-agenda tersebut merupakan buah dari proses assessment yang telah dilaksanakan agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan situasi desa. Harapannya, Desa Wargajaya dapat secara mandiri mengentaskan masalah-masalah yang ada serta membuka kesempatan sendiri melalui potensi-potensi yang sudah dimilikinya. Ke depannya, bentuk serta semangat kegiatan inilah yang akan dibawa oleh ESA setiap tahunnya.

Artikel Lainnya:  Pemberdayaan Sektor Informal di Masa Pandemi Covid-19

Pada hari terakhir di Desa Wargajaya, ESA mengadakan perlombaan serta pembagian doorprize bagi warga setempat. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan penutup yang diadakan sebagai pemberi kesan terakhir sebelum ESA selesai. Hubungan serta kerjasama yang erat terjalin selama kegiatan berlangsung, hal ini menjadi kesan sendiri bagi penyelenggara ESA. Proses belajar terjadi dua arah, yakni tidak hanya dari mahasiswa/i kepada warga, tetapi juga sebaliknya.