Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menerima kunjungan akademik dari Georgetown University dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Energy Transition in Indonesia”. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk mendiskusikan berbagai isu strategis terkait transisi energi dan pembangunan hijau di Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi internasional antara kedua institusi.
Dekan FISIP UI, Prof. Evi Fitriani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun hubungan akademik yang kuat dan saling menguntungkan antara FISIP UI dan Georgetown University.
“FISIP UI menyambut baik kunjungan akademik ini sebagai ruang dialog yang produktif untuk bertukar perspektif mengenai isu-isu global yang relevan, khususnya transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap kerja sama antara kedua institusi dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik di masa mendatang,” ujar Prof. Evi.
Director of Asian Studies and Associate Professor of Asian Studies and Political Economy in Georgetown University, Dr. Yuhki Tajima mengatakan bahwa para akademisi di Amerika Serikat sebenarnya masih belum sepenuhnya memahami Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, “karena itu, saya teringat bahwa salah satu upaya yang ingin kami lakukan adalah membangun pemahaman yang lebih baik mengenai Amerika Serikat dan sistem hukumnya. Kesempatan seperti ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mulai menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut,” ujarnya.
“Kami ingin terus memfasilitasi lebih banyak pertukaran akademik, karena pada dasarnya itulah esensi dari kerja sama ini. Ke depan, kami berharap dapat menjadi tuan rumah bagi lebih banyak konferensi bersama, kolaborasi penelitian, serta pengembangan berbagai gagasan baru. Terima kasih banyak atas kehadiran Anda semua,” kata Yuhki.
FGD ini menghadirkan sejumlah dosen FISIP UI yang memaparkan hasil kajian dan perspektif multidisipliner terkait isu transisi energi dan pembangunan hijau di Indonesia.
Pada sesi pertama, Dr. Shofwan Al Banna Choiruzzad menyampaikan materi berjudul “Energy Transition and Green Development in Indonesia”. Dalam paparannya, ia menjelaskan dinamika kebijakan transisi energi di Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam mencapai target pembangunan rendah karbon, serta pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi menuju ekonomi hijau.
Selanjutnya, Dr. Suraya Afiff membawakan materi “Green Development and Social Movement in Indonesia”. Ia mengulas keterkaitan antara pembangunan hijau dengan dinamika gerakan sosial di tingkat lokal maupun nasional, termasuk peran masyarakat sipil dalam mendorong praktik pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.
Sementara itu, Dr. Yeremia Lalisang mempresentasikan materi “Chinese Mining Investment in Indonesia”. Pembahasan difokuskan pada perkembangan investasi sektor pertambangan dari Tiongkok di Indonesia serta implikasinya terhadap agenda transisi energi, pembangunan ekonomi, dan tata kelola sumber daya alam.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan delegasi Georgetown University dan sivitas akademika FISIP UI. Berbagai perspektif mengenai tantangan dan peluang transisi energi di Indonesia menjadi topik utama yang dibahas, termasuk aspek kebijakan, sosial, ekonomi, dan hubungan internasional.
Melalui kegiatan ini, FISIP UI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan pengetahuan dan kerja sama akademik internasional dalam menjawab berbagai tantangan global. Pertemuan antara FISIP UI dan Georgetown University diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta kegiatan ilmiah lainnya yang berkontribusi pada penguatan kajian transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.




