{"id":16782,"date":"2019-01-10T15:34:07","date_gmt":"2019-01-10T08:34:07","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=16782"},"modified":"2019-09-16T14:35:01","modified_gmt":"2019-09-16T07:35:01","slug":"studi-gender-pada-perempuan-peranakan-arab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/studi-gender-pada-perempuan-peranakan-arab\/","title":{"rendered":"Studi Gender pada Perempuan Peranakan Arab"},"content":{"rendered":"\n<p>Yuanita Aprilandini Siregar,\nmahasiswa doktoral Sosiologi Universitas Indonesia berhasil memperoleh gelar\ndoktornya setelah menyelesaikan disertasinya yang mengangkat kajian gender.\nYuanita tertarik untuk meneliti proses reproduksi patriarki pada perempuan peranakan\nArab di perkotaan. Hal yang disorot adalah bagaimana interseksi identitas,\ngender dan etnik pada perempuan peranakan Arab untuk melawan opresi terhadap\ndirinya dengan beragam latar. Pisau bedah yang digunakan dalam penelitian ini\nantara lain teori interseksi dan identitas, serta menggunakan 2 konsep tambahan\nyakni gender interseksi dan patriarki.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, penelitian ini\nmenemukan bahwa semakin menguatnya identitas perempuan peranakan Arab\nmengakibatkan reproduksi patriarki. Peran perempuan (<em>Ummi<\/em>) menjadi sentral karena fungsi perempuan tidak hanya sebatas\nreproduksi biologis, tetapi juga reproduksi sosio-kultural. Hal tersebut\nberkaitan dengan pemurnian darah leluhur (<em>purityness<\/em>)\ndari garis keturunan Alawiyyin. Kedua, Perbedaan narasi sejarah dan narasi\nkeagamaan kelompok Alawiyyin dan Al-Irsyad disebabkan oleh faktor ideologi\norganisasi. Pergerakan dan ketokohan kaum perempuan Al-Irsyad yang beraliran\nIslam <em>wahabiah <\/em>(modernis) lebih\nterlihat dibandingkan Rabithah. <\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan temuan ini maka\npenulis menggunakan teori interseksi untuk melihat irisan antara identitas,\netnisitas dan gender. Penguatan identitas kaum perempuan Arab Alawiyyin dengan\npernikahan <em>sekufu <\/em>(endogami)\nmelanggengkan budaya patriarki. Bentuk reproduksi patriarki tradisional masih\ntetap dipertahankan dan bertransformasi menjadi neopatriarki berbasis media\nsosial digital. Interseksi etnik dan agama menjadi <em>double oppression <\/em>bagi kaum perempuan Alawiyyin namun menjadi <em>social prestige <\/em>bagi kaum laki-laki Arab\nAlawiyyin. Strategi yang dilakukan oleh kaum perempuan Arab di dalam mengubah\nkultur patriarki adalah melakukan protes secara frontal, semi frontal, dan\nmoderat (negosiasi). Perempuan yang dapat melakukan ketiga bentuk strategi\ntersebut memiliki karakteristik perempuan Arab terdidik, menikah eksogami,\nserta berafiliasi dengan organisasi yang beralioran pembaharuan. <\/p>\n\n\n\n<p>Atas disertasinya ini, Yuanita\nberhasil lulus dalam sidang doktoralnya yang diketuai oleh Julian Aldrin Pasha,\nM.A., Ph.D., dengan yudisium sangat memuaskan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuanita Aprilandini Siregar, mahasiswa doktoral Sosiologi Universitas Indonesia berhasil memperoleh gelar doktornya setelah menyelesaikan disertasinya yang mengangkat kajian gender. Yuanita tertarik untuk meneliti proses reproduksi patriarki pada perempuan peranakan Arab&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16783,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-16782","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16782\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}