{"id":17028,"date":"2019-07-29T14:25:52","date_gmt":"2019-07-29T07:25:52","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=17028"},"modified":"2019-09-16T17:42:07","modified_gmt":"2019-09-16T10:42:07","slug":"international-symposium-journal-antropologi-indonesia-penggunaan-dan-penyalahgunaan-keragaman-respon-antropologis-terhadap-ancaman-disintegrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/international-symposium-journal-antropologi-indonesia-penggunaan-dan-penyalahgunaan-keragaman-respon-antropologis-terhadap-ancaman-disintegrasi\/","title":{"rendered":"Penggunaan dan Penyalahgunaan Keragaman: Respon Antropologis terhadap Ancaman Disintegrasi\u201d"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Departemen Antropologi\r\nFISIP UI menyelenggarakan International Symposium Journal Antropologi\r\nIndonesia. ISJAI kali ini diselenggarakan di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta\r\npada tanggal 23 \u2013 26 Juli 2019. Rektor UGM, Dekan FISIP UI, Dekan FIB UGM hadir\r\npada acara ini. Tema simposium ini adalah \u201cPenggunaan dan Penyalahgunaan\r\nKeragaman: Respon Antropologis terhadap Ancaman Disintegrasi\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>International Symposium\r\nJournal Antropologi Indonesia&nbsp; ini\r\nmemiliki 20 panel topik dan dihadiri total oleh 450 partisipan yang hadir dari\r\n14 negara. ISJAI-7 memaparkan sebanyak 190 hasil penelitian dari 95 lembaga\r\npenelitian (72 diantaranya adalah 41 universitas dalam negeri serta 31\r\nuniversitas luar negeri).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Gatot Saptadi, Sekretaris Daerah DIY yang\r\nmembacakan sambutan Sultan Hamengkubuwono X dalam International Symposium of\r\nJournal Antropologi Indonesia (ISJAI) mengatakan, jika tren tersebut merupakan\r\ntantangan yang bisa dijawab dalam prespektif <a href=\"https:\/\/jogja.tribunnews.com\/tag\/antropologi\">antropologi<\/a>.\r\nBerkaca pada masa lalu, menurutnya Nusantara merupakan suatu bangsa yang\r\ndikenal memiliki peradaban yang maju, di mana Indonesia Timur, Pantai Timur dan\r\nUtara Jawa memiliki perdagangan yang dikenal dunia.&#8221;Ke mana lenyapnya masa\r\nkejayaan itu? <a href=\"https:\/\/jogja.tribunnews.com\/tag\/simposium\">Simposium<\/a> ini adalah momen yang tepat menemukan jawaban\r\nbagaimana Indonesia bisa mencapai kejayaan lagi dan hal apa yang perlu\r\ndipersiapkan,&#8221; terangnya<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dalam sambutanbya, Guru Besar dari University of\r\nCalifornia, Prof. Anna Tsing , mengatakan bahwa kita harus mulai memikirkan\r\nancaman keberagaman dalam konteks <em>Anthropocene<\/em>. Kita harus bergerak\r\ncepat dalam memetakan dan memahami bagaimana intervensi manusia dalam mengubah\r\nlanskap maupun ekologi bumi. Intervensi tersebut secara mendasar telah\r\nmempengaruhi relasi antar <em>species<\/em>\r\npada berbagai skala.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Guru Besar Antropologi Universitas Gajah Mada,\r\nProf. Dr. Irwan Abdullah, pun pada kesempatan sama menyatakan pemerintah dan\r\nmasyarakat saat ini terlalu fokus pada solusi universalis, yang menuntut\r\nkeseragaman. Tak heran diskriminasi terjadi di segala aspek. Bukan suatu hal\r\naneh ketika sekarang ini terjadi upaya penciptaan nilai-nilai normalitas baru\r\nyang berbasis pada sifat diskrimatif dan penyeragaman.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain itu &nbsp;Webb Keane, Guru Besar asal Universitas\r\nMichigan, mengungkapkan masyarakat Indonesia modern lebih mengedepankan\r\nkesamaan kolektif, bangsa. Menurut penulis buku \u201cEthical Life: Its Natural and\r\nSocial Histories\u201d&nbsp;ini, secara individu masyarakat Indonesia perlu memiliki\r\nkesadaran dan kemampuan menjawab pertanyaan seputar latar belakang dirinya.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Antropologi FISIP UI menyelenggarakan International Symposium Journal Antropologi Indonesia. ISJAI kali ini diselenggarakan di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta pada tanggal 23 \u2013 26 Juli 2019. Rektor UGM, Dekan FISIP&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17035,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-17028","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17028\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}