{"id":230882,"date":"2022-11-15T12:28:12","date_gmt":"2022-11-15T05:28:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=230882"},"modified":"2022-11-23T12:30:57","modified_gmt":"2022-11-23T05:30:57","slug":"prof-adrianus-menduga-tewasnya-satu-keluarga-di-kalideres-memiliki-keyakinan-apokaliptik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/prof-adrianus-menduga-tewasnya-satu-keluarga-di-kalideres-memiliki-keyakinan-apokaliptik\/","title":{"rendered":"Prof. Adrianus: Menduga Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Memiliki Keyakinan Apokaliptik"},"content":{"rendered":"<p>Kriminolog\u00a0Universitas Indonesia (UI)\u00a0Adrianus Meliala\u00a0menyampaikan analisanya terkait apa dugaan penyebab tewasnya satu keluarga di\u00a0Kalideres,\u00a0Jakarta Barat. Suami istri serta anak perempuan dan ipar ditemukan tak bernyawa dalam keadaan lambung kosong dan tak ditemukan\u00a0makanan\u00a0dan air minum di rumah tersebut. Selain itu kulkas di rumah mereka juga tak ada\u00a0makanan.<\/p>\n<p>Adrianus Meliala menduga empat anggota keluarga yang tewas tersebut memiliki keyakinan\u00a0apokaliptik\u00a0atau keyakinan terhadap akhir dunia. \u201cJangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau\u00a0apokaliptik\u00a0dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrem,\u201d ujar Adrianus, Sabtu (12\/11\/2022).<\/p>\n<p>Adrianus menyebut, tewasnya satu keluarga semata-mata karena\u00a0kelaparan\u00a0dan tidak punya uang untuk makan adalah sangat tidak mungkin. Adrianus berpendapat mereka tinggal di perumahan kelas menengah dan memiliki aset untuk dijual.<\/p>\n<p>Adrianus Meliala justru menilai ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. \u201cSaya bayangkan bunuh diri dengan melaparkan diri tetapi saya tidak yakin orang mampu melakukan tindakan seperti itu karena pasti lama dan menyakitkan,\u201d ujarnya, dikutip TribunJatim.com dari TribunJakarta.<\/p>\n<p>Ia justru menduga ada tindakan pelaparan. Artinya, ada pihak-pihak yang membuat mereka lapar dengan tidak memberi akses\u00a0makanan. Ada kemungkinan juga pihak yang lebih muda lebih aktif dan bisa saja sebagai pelaku.<\/p>\n<p>\u201cTentu ada motif ya kenapa seperti itu, harus menunggu hasil autopsi yang akurat,\u201d ucapnya. Adrianus menilai, skenario pelaparan semakin mungkin sebab ketika ada pihak yang mendorong\u00a0kelaparan\u00a0itu terjadi, barulah pihak ketiga mengakhiri hidupnya dengan cara tertentu.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang ditemukan meninggal dunia di Kalideres pada Kamis (10\/11\/2022) sore. Mereka tediri atas pasangan suami istri, anak, dan ipar dengan inisial masing-masing, suami RG (71), istri RM (66), anak DF (42), dan ipar BG (68).<\/p>\n<p>Motif di balik satu keluarga tewas dengan perut kosong itu belum dapat dipastikan. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tewasnya satu keluarga tersebut.<\/p>\n<p>Hal ini lantaran tak ada saksi dan barang bukti yang kuat. Tak ada bercak darah maupun tanda penganiayaan di tubuh para korban. Namun, sejumlah kejanggalan ditemukan oleh pihak kepolisian di rumah tersebut. Di rumah korban, tak ditemukan bahan\u00a0makanan\u00a0maupun air minum. Penyidik pun kesulitan lantaran korban sangat tertutup dengan lingkungan.<\/p>\n<p>Source:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tribunnews.com\/metropolitan\/2022\/11\/14\/adrianus-meliala-duga-satu-keluarga-tewas-di-kalideres-penganut-paham-akhir-dunia-atau-apokaliptik?page=3\">https:\/\/www.tribunnews.com\/metropolitan\/2022\/11\/14\/adrianus-meliala-duga-satu-keluarga-tewas-di-kalideres-penganut-paham-akhir-dunia-atau-apokaliptik?page=3<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kriminolog\u00a0Universitas Indonesia (UI)\u00a0Adrianus Meliala\u00a0menyampaikan analisanya terkait apa dugaan penyebab tewasnya satu keluarga di\u00a0Kalideres,\u00a0Jakarta Barat. Suami istri serta anak perempuan dan ipar ditemukan tak bernyawa dalam keadaan lambung kosong dan tak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":230883,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1,525],"tags":[],"class_list":["post-230882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita","category-liputan-media"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=230882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/230883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=230882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=230882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=230882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}