{"id":246520,"date":"2025-09-12T17:29:33","date_gmt":"2025-09-12T10:29:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=246520"},"modified":"2025-09-12T17:29:37","modified_gmt":"2025-09-12T10:29:37","slug":"fisip-ui-mengadakan-kuliah-umum-anthropology-of-heritage-membahas-markus-mailopu-dan-ekspedisi-maluku-freiburg-ke-2-pada-tahun-1910-1912","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/fisip-ui-mengadakan-kuliah-umum-anthropology-of-heritage-membahas-markus-mailopu-dan-ekspedisi-maluku-freiburg-ke-2-pada-tahun-1910-1912\/","title":{"rendered":"FISIP UI Mengadakan Kuliah Umum Anthropology of Heritage Membahas Markus Mailopu dan Ekspedisi Maluku Freiburg ke-2 Pada Tahun 1910-1912"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" data-id=\"246531\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246531\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-400x267.jpeg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-768x512.jpeg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2048x1365.jpeg 2048w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1500x1000.jpeg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" data-id=\"246533\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246533\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-400x267.jpeg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-2048x1365.jpeg 2048w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-1-1500x1000.jpeg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" data-id=\"246529\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246529\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-400x267.jpeg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-768x512.jpeg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-2048x1365.jpeg 2048w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-17.10.57-2-1500x1000.jpeg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan Workshop Anthropology of Heritage yang terbagi dalam dua agenda utama, yaitu kuliah umum terbuka dan sesi workshop khusus bagi peserta terpilih, pada Jumat (12\/09) di Audit Anak Nusantara, FISIP UI, Depok.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Dekan FISIP UI, Prof. Semiarto Aji Purwanto mengatakan bahwa Indonesia adalah contoh nyata betapa pentingnya budaya dalam membangun identitas bangsa. Identitas Indonesia dibentuk dari kekayaan tradisi yang tersebar luas di berbagai daerah, yang kemudian dirajut menjadi satu kesatuan. Maluku menjadi salah satu contoh menarik dalam perjalanan ini. Menurutnya daerah ini bukan hanya kaya akan budaya, tetapi juga punya posisi penting dalam sejarah global.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, lebih dari itu, tradisi di Maluku memiliki kesamaan dengan tradisi masyarakat Austronesia dan berbagai praktik budaya lainnya menunjukkan betapa eratnya hubungan antar wilayah yang terbentang jauh di lautan. Ia menambahkan bahwa hal ini memperlihatkan identitas kita tidak terbentuk dalam ruang kosong, melainkan melalui pertemuan, pertukaran, dan keterhubungan dengan dunia yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Aji menambahkan, tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga panduan untuk menapaki masa depan. Budaya adalah ingatan kolektif yang mengajarkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang membentuk siapa kita, dan ke mana kita akan melangkah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah umum dengan tema \u201cMobilizing the Archive: The II. Freiburg Moluccan Expedition as Entangled Heritage?\u201d disampaikan oleh Prof. Magnus Treiber, Ph.D. bersama Luisa Marten, M.A., dengan Dr.phil. Geger Riyanto sebagai moderator. Setelah itu, sesi workshop khusus bagi peserta terpilih menghadirkan empat pemaparan dengan moderator M. Arief Wicaksono, M.Si. dan Dr.phil. Geger Riyanto.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"394\" height=\"625\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.43.46.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246527\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.43.46.jpeg 394w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.43.46-252x400.jpeg 252w\" sizes=\"auto, (max-width: 394px) 100vw, 394px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Sumber Foto: <a href=\"https:\/\/www.mailopu.ethnologie.uni-muenchen.de\/omeka\/\">https:\/\/www.mailopu.ethnologie.uni-muenchen.de\/omeka\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah umum ini membahas Markus Mailopu dan Ekspedisi Maluku Freiburg ke-2 tahun 1910-1912. Markus Mailopu lahir dan dibesarkan di Samasuru, pulau Seram, Maluku, Indonesia. Menurut penjelasan Magnus, sekitar tahun 1911, dia ikut dalam Ekspedisi Maluku Freiburg ke-2 sebagai asisten lapangan dan penerjemah, membantu dalam berbagai kegiatan ilmiah di pulau Seram dan Buru, serta kemudian ikut dalam perjalanan kembali ke Jerman.<\/p>\n\n\n\n<p>Luisa menjelaskan proyek arsip \u201cMailopu Archive\u201d ini merupakan usaha akademis &nbsp;LMU Munich dan lembaga terkait untuk mengumpulkan, merakit kembali, mengaktifkan kembali, dan mendistribusikan lagi dokumentasi yang tersebar dari ekspedisi tersebut, dengan fokus khusus pada peran Markus Mailopu sebagai \u201cinterlocutor antropologi\u201d yaitu, seseorang di lapangan yang berinteraksi, menerjemahkan, memberi pengetahuan lokal, dan ikut dalam proses penelitian ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Magnus tujuan dari ekspedisi ini ialah untuk mempelajari aspek-aspek alam dan budaya di Maluku bagian selatan, termasuk biologi (ornitologi), botani, geografi, etnografi, dan linguistik. Area penelitian, pulau Seram dan pulau Buru, serta wilayah sekitarnya. Kegiatan yang dilakukan termasuk pengumpulan spesimen alam, catatan lapangan, pembuatan peta, pengumpulan artefak, dokumentasi budaya dan bahasa lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPada saat itu penelitian terhadap flora dan fauna sangat penting karena menambah ilmu pengetahuan dan karir di bidang akademik khususnya di Eropa,\u201d ujar Magnus.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut Luisa menjelaskan bahwa arsip ini berbentuk digital, memuat dokumen, foto, artefak, peta, manuskrip, catatan harian, dan lain\u2011lain yang tersebar di &nbsp;GRASSI Museum f\u00fcr V\u00f6lkerkunde zu Leipzig, the&nbsp;Leiden University Libraries, the&nbsp;Museum f\u00fcr Naturkunde Berlin, the&nbsp;Rautenstrauch-Joest-Museum K\u00f6ln, dan the&nbsp;Universit\u00e4tsarchiv der LMU M\u00fcnchen.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelain itu tujuan dari project ini tidak hanya dokumentatif, tapi juga kritis: memperlihatkan kontribusi orang lokal seperti Mailopu, menyoroti aspek hubungan kekuasaan dalam ilmu pengetahuan kolonial, dan memungkinkan komunitas asal serta peneliti masa kini untuk mengakses kembali dan menggunakan warisan tersebut,\u201d jelas Luisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kuliah umum ini, Magnus dan Luisa membahas Ekspedisi Maluku Freiburg ke-2 dan juga buku harian yang ditulis oleh Markus Mailopu selama mengikuti ekspedisi tersebut, kuliah umum ini di tutup dengan diskusi yang sangat interaktif dengan para mahasiswa yang hadir.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"605\" height=\"527\" data-id=\"246525\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.42.59.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246525\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.42.59.jpeg 605w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.42.59-400x348.jpeg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" data-id=\"246521\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/b902816f04806956d7cfa348a0402df6-1024x724.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246521\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/b902816f04806956d7cfa348a0402df6-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/b902816f04806956d7cfa348a0402df6-400x283.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/b902816f04806956d7cfa348a0402df6-768x543.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/b902816f04806956d7cfa348a0402df6-1536x1085.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/b902816f04806956d7cfa348a0402df6-2048x1447.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"759\" height=\"522\" data-id=\"246523\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.41.59.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-246523\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.41.59.jpeg 759w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-12-at-16.41.59-400x275.jpeg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 759px) 100vw, 759px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Sumber Foto: <a href=\"https:\/\/www.mailopu.ethnologie.uni-muenchen.de\/omeka\/\">https:\/\/www.mailopu.ethnologie.uni-muenchen.de\/omeka\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan Workshop Anthropology of Heritage yang terbagi dalam dua agenda utama, yaitu kuliah umum terbuka dan sesi workshop&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":246535,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[717],"tags":[],"class_list":{"0":"post-246520","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-beritakita"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=246520"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":246543,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246520\/revisions\/246543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/246535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=246520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=246520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=246520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}