{"id":250065,"date":"2026-03-06T13:54:25","date_gmt":"2026-03-06T06:54:25","guid":{"rendered":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=250065"},"modified":"2026-03-06T13:54:25","modified_gmt":"2026-03-06T06:54:25","slug":"fisip-ui-bahas-strategi-diplomasi-siber-hadapi-rivalitas-geopolitik-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/fisip-ui-bahas-strategi-diplomasi-siber-hadapi-rivalitas-geopolitik-global\/","title":{"rendered":"FISIP UI Bahas Strategi Diplomasi Siber Hadapi Rivalitas Geopolitik Global"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wpa-warning wpa-image-missing-alt aligncenter wp-image-250067 size-large\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" data-warning=\"Missing alt text\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49-400x267.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49-768x512.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49-1500x1000.jpg 1500w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_2774-49.jpg 1620w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n<p>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan Seminar Hasil Riset Unggulan Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) dalam rangka Dies Natalis ke-58 FISIP UI pada Jumat (06\/03). Mengusung tema besar <em>\u201cKontribusi Ilmu-Ilmu Sosial untuk Bangsa\u201d<\/em>, seminar ini memaparkan hasil riset para dosen HI UI sepanjang tahun 2025 yang menyoroti berbagai tantangan strategis, khususnya perkembangan isu di ruang siber.<\/p>\n<p>Perkembangan ruang siber yang pesat dalam beberapa tahun terakhir menghadirkan peluang kerja sama global sekaligus berbagai ancaman baru. Munculnya teknologi mutakhir seperti kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi kuantum semakin memperluas dimensi tantangan di dunia digital. Kondisi ini menuntut para pemangku kebijakan, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil untuk mampu beradaptasi dengan kompleksitas isu siber yang bersifat multidimensional.<\/p>\n<p>Salah satu riset yang dipresentasikan dalam seminar ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Dosen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Ali Abdullah Wibisono, Ph.D., yang bermitra dengan Australian Strategic Policy Institute (ASPI). Penelitian tersebut mengkaji diplomasi siber Indonesia dan menghasilkan program <em>short course<\/em> serta publikasi berjudul <em>\u201cBuku Panduan Diplomasi Siber: Untuk Diplomasi Indonesia\u201d<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut Ali, ruang siber kini menjadi isu penting dalam diplomasi internasional karena telah mengalami transformasi dari isu teknis yang sebelumnya dianggap sebagai <em>low politics<\/em> menjadi isu strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional dan global atau <em>high politics<\/em>. Hal ini diperkuat oleh meningkatnya serangan siber yang disponsori negara, terutama karena infrastruktur kritis seperti perbankan dan militer kini sangat bergantung pada jaringan digital.<\/p>\n<p>\u201cTerjadi pergeseran konflik antarnegara dari medan fisik di darat, laut, maupun udara ke medan digital. Ruang digital kini menjadi \u2018domain kelima\u2019 dalam perang yang berperan dalam menentukan keberhasilan operasi modern, sehingga memerlukan <em>statecraft<\/em> atau seni pemerintahan serta strategi diplomasi khusus,\u201d jelas Ali.<\/p>\n<p>Ali juga menyoroti berbagai tantangan diplomasi siber yang dihadapi Indonesia di tingkat domestik. Tantangan tersebut antara lain tekanan geopolitik global, keseimbangan kebijakan luar negeri, keterbatasan kerangka hukum nasional, serta kebutuhan untuk merumuskan posisi resmi Indonesia di tingkat global.<\/p>\n<p>\u201cTekanan geopolitik datang dari rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, serta persaingan di kawasan Indo-Pasifik yang turut memengaruhi kebijakan investasi Indonesia pada teknologi kunci. Indonesia juga menghadapi dilema \u2018bebas aktif\u2019, yaitu bagaimana menyeimbangkan keterbukaan ekonomi dengan kedaulatan digital,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Ali menambahkan bahwa tantangan implementasi domestik juga muncul dari kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat, keterbatasan pusat data domestik, serta kebutuhan pengembangan talenta digital. Untuk itu, diperlukan kolaborasi multipihak antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan inklusif.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Founder &amp; Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ISCF), Ardi Sutedja, memaparkan data mengenai ancaman siber nasional. Ia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu enam bulan terakhir tercatat sekitar 3,64 miliar serangan siber di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cAngka tersebut berarti rata-rata terjadi sekitar 20 juta serangan siber per hari, atau lebih dari 230 serangan per detik. Ini menunjukkan intensitas ancaman yang sangat tinggi dan menjadi alarm serius bagi kita semua mengenai gentingnya isu keamanan siber di tingkat nasional,\u201d jelas Ardi.<\/p>\n<p>Ardi juga menekankan pentingnya diplomasi siber dalam menghadapi dinamika geopolitik digital. Menurutnya, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan seperti diplomasi data dengan negara lain, perlindungan aliran data lintas batas (<em>cross-border data flow<\/em>), serta upaya menjaga kedaulatan digital nasional.<\/p>\n<p>Ia menilai pemerintah perlu memperkuat regulasi, mengembangkan teknologi lokal, serta memastikan perlindungan hak digital warga negara. Selain itu, diplomasi siber juga memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.<\/p>\n<p>Sebagai rekomendasi, Ardi mendorong pendekatan diplomasi modern yang melibatkan kolaborasi lintas sektor dan multi-stakeholder. Isu-isu seperti data, kecerdasan artifisial, dan privasi perlu menjadi perhatian utama dalam diplomasi siber. Selain itu, keterlibatan aktor non-negara serta penguatan kapasitas diplomasi yang terintegrasi antara ilmu sosial dan teknologi juga menjadi hal yang penting.<\/p>\n<p>Melalui seminar ini, FISIP UI bertujuan untuk memperdalam kajian mengenai diplomasi siber di Indonesia melalui forum diskusi panel, mengidentifikasi peluang kolaborasi riset yang berkelanjutan bagi para dosen FISIP UI, serta memproyeksikan berbagai perkembangan dan tantangan di ruang siber yang akan dihadapi Indonesia di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan Seminar Hasil Riset Unggulan Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) dalam rangka Dies Natalis ke-58 FISIP UI pada Jumat (06\/03)&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":250066,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[717,710,525,911,913],"tags":[],"class_list":{"0":"post-250065","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-beritakita","8":"category-dies-natalis","9":"category-liputan-media","10":"category-news","11":"category-press-release"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250065","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=250065"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":250069,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250065\/revisions\/250069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/250066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=250065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=250065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=250065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}