{"id":252716,"date":"2026-09-01T13:35:27","date_gmt":"2026-09-01T06:35:27","guid":{"rendered":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=252716"},"modified":"2026-08-31T14:06:10","modified_gmt":"2026-08-31T07:06:10","slug":"doktor-ilmu-komunikasi-fisip-ui-ungkap-produksi-lokalitas-diaspora-indonesia-melalui-praktik-bermedia-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/doktor-ilmu-komunikasi-fisip-ui-ungkap-produksi-lokalitas-diaspora-indonesia-melalui-praktik-bermedia-sosial\/","title":{"rendered":"Doktor Ilmu Komunikasi FISIP UI Ungkap Produksi Lokalitas Diaspora Indonesia Melalui Praktik Bermedia Sosial"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wpa-warning wpa-image-missing-alt aligncenter wp-image-252718 size-large\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" data-warning=\"Missing alt text\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896-400x267.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896-768x512.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896-900x600.jpg 900w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4896.jpg 1620w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/div>\n<p>Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), kembali meluluskan doktor melalui sidang terbuka promosi doktor atas nama Maria Febiana Christanti pada Kamis (6\/8) di Auditorium Departemen Ilmu Komunikasi, Kampus FISIP UI, Depok. Maria berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul <em>\u201cProduksi Lokalitas melalui Praktik Bermedia di Ruang Media Sosial: Mommy Vloggers Diaspora Indonesia\u201d<\/em>.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut mengkaji lokalitas sebagai kualitas fenomenologis yang diproduksi oleh <em>mommy vloggers<\/em> diaspora Indonesia melalui praktik bermedia sosial. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana ibu diaspora Indonesia memproduksi lokalitas dalam kondisi deteritorialisasi yang termediasi secara digital.<\/p>\n<p>Menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan etnografi digital, penelitian ini melibatkan tujuh <em>mommy vloggers<\/em> diaspora Indonesia yang tinggal di enam negara, yaitu Amerika Serikat, Austria, Inggris, Swedia, Portugal, dan Jerman.<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wpa-warning wpa-image-missing-alt size-medium wp-image-252719 alignleft\" src=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753-400x267.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"267\" data-warning=\"Missing alt text\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753-400x267.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753-768x512.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753-900x600.jpg 900w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_4753.jpg 1620w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/div>\n<p>Maria mengidentifikasi adanya celah akademis dalam kajian diaspora digital, <em>mommy vloggers<\/em>, serta media dan budaya. Kajian diaspora digital selama ini lebih banyak berfokus pada konektivitas dan identitas, sementara kerangka produksi lokalitas belum banyak digunakan.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa kajian <em>mommy vloggers<\/em> juga cenderung membahas representasi keibuan tanpa melihatnya sebagai praktik produksi lokalitas. Di sisi lain, kajian media dan budaya banyak memosisikan khalayak sebagai penerima makna, bukan sebagai produsen aktif. Konsep lokalitas yang secara konvensional terikat pada wilayah geografis juga dinilai belum memadai untuk menjelaskan fenomena lokalitas yang dapat hadir tanpa kehadiran fisik di Indonesia.<\/p>\n<p>Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, <em>mommy vloggers<\/em> memproduksi lokalitas melalui tiga bentuk yang saling melengkapi, yakni lokalitas sensorik melalui kuliner dan perawatan tradisional, lokalitas simbolik melalui bahasa dan simbol keindonesiaan, serta lokalitas moral melalui tradisi, agama, dan nilai sosial. Ketiganya dikonseptualisasikan sebagai \u201cLokalitas yang Terseleksi\u201d.<\/p>\n<p>Kedua, produksi lokalitas dinegosiasikan melalui \u201c<em>Neighbourhood<\/em> Multi-Relasional\u201d, yang mencakup <em>neighbourhood<\/em> asal berupa keluarga di Indonesia, <em>neighbourhood<\/em> lokal berupa pasangan dan lingkungan tempat tinggal, serta <em>neighbourhood<\/em> virtual berupa khalayak media sosial. Ketiga, media sosial berfungsi sebagai \u201cRuang Praktik Budaya Relasional\u201d, tempat produksi lokalitas berlangsung melalui praktik bermedia.<\/p>\n<p>\u201cDisertasi ini menawarkan konsep \u201cProduksi Lokalitas Keibuan Diaspora Multi-Relasional\u201d sebagai kontribusi terminologis untuk memahami produksi lokalitas ibu diaspora di era media sosial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa lokalitas bukan sekadar warisan yang dibawa dari daerah asal, melainkan proses produksi kultural yang dilakukan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari diaspora,\u201d jelas Maria.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Maria menjelaskan, bagi <em>mommy vloggers<\/em> diaspora Indonesia, penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas bermedia sosial bukan sekadar dokumentasi keseharian, tetapi juga praktik kultural dalam mentransmisikan keindonesiaan. Bagi komunitas diaspora, temuan ini menegaskan pentingnya dukungan terhadap praktik kultural diaspora sebagai produsen budaya aktif melalui forum, pertemuan komunitas, maupun inisiatif kolaboratif.<\/p>\n<p>Sementara itu, bagi pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta lembaga diplomasi publik, <em>mommy vloggers<\/em> diaspora berpotensi menjadi duta budaya (<em>cultural ambassadors<\/em>) dalam diplomasi publik dan promosi kebudayaan Indonesia. Kredibilitas mereka bersumber dari praktik keseharian yang autentik, seperti kuliner, perawatan tradisional, bahasa, nilai, dan agama.<\/p>\n<p>Temuan penelitian ini juga membuka peluang kemitraan berupa dukungan produksi konten budaya, sekaligus menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan studi ilmu komunikasi, penelitian aplikatif mengenai diaspora Indonesia, serta studi komparatif dengan diaspora dari negara lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), kembali meluluskan doktor melalui sidang terbuka promosi doktor atas nama Maria Febiana Christanti pada Kamis&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":252717,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[717,911,913],"tags":[],"class_list":["post-252716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-beritakita","category-news","category-press-release"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=252716"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":252720,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252716\/revisions\/252720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=252716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=252716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=252716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}