{"id":47459,"date":"2019-10-30T16:16:03","date_gmt":"2019-10-30T09:16:03","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=47459"},"modified":"2019-12-31T11:56:15","modified_gmt":"2019-12-31T04:56:15","slug":"peta-kekuatan-kursi-partai-politik-hasil-pemilu-serentak-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/peta-kekuatan-kursi-partai-politik-hasil-pemilu-serentak-2019\/","title":{"rendered":"Peta Kekuatan Kursi Partai Politik Hasil Pemilu Serentak 2019"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-3 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-1024x683.jpg\" alt=\"\" data-id=\"47460\" data-link=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=47460\" class=\"wp-image-47460\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-400x267.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-768x512.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-1080x720.jpg 1080w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-1280x854.jpg 1280w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-980x653.jpg 980w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-480x320.jpg 480w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-300x200.jpg 300w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8549-160x107.jpg 160w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-1024x683.jpg\" alt=\"\" data-id=\"47461\" data-link=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=47461\" class=\"wp-image-47461\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-400x267.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-768x512.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-1080x720.jpg 1080w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-1280x853.jpg 1280w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-980x653.jpg 980w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-480x320.jpg 480w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-300x200.jpg 300w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large-160x107.jpg 160w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8550-Large.jpg 1620w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-1024x683.jpg\" alt=\"\" data-id=\"47462\" data-link=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=47462\" class=\"wp-image-47462\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-400x267.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-768x512.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-1080x720.jpg 1080w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-1280x854.jpg 1280w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-980x653.jpg 980w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-480x320.jpg 480w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-300x200.jpg 300w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG_8554-160x107.jpg 160w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim kajian\nklaster tata kelola demokrasi Program Pascasarjana Ilmu Politik, Departemen\nIlmu Politik FISIP UI mempresentasikan hasil penelitian gabungan dari S2 dan S3,\npada hari Senin (28\/10) di Auditorium Juwono Sudarsono bersamaan dengan Seminar\nnasional Ilmu Politik. Mengangkat tema \u2018Peta Kekuatan Kursi Partai Politik Hasil Pemilu Serentak 2019\u2019\nberawal dari pertanyaan utama pada kajian ini adalah kinerja perolehan kursi partai politik di nasional\ndan provinsi pada Pemilu 2019. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita mengawali\ndari DPR RI periode 2019-2024, pemilu serentak 2019 diikuti oleh 16 partai\npolitik di tingkat nasional ditambah 4 partai lokal di Aceh. Namun hanya 9\npartai (PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PPP, PKB,PAN dan Nasdem) yang\nmampu meraih kursi di DPR RI (lolos 4% suara nasional). Jumlah total kursi DPR\nRI adalah 575 kursi. Tidak ada partai yang memperoleh kursi mayoritas di DPR.\nPDIP sebagai pemenang pemilu hanya meraih 22% kursi, naik dari 2014 yang meraih\n19% kursi\u201d ujar Dr. Sri Budi Eko Wardani, M.Si.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Basis daerah\npenyumbang kursi terbanyak di DPR RI berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan\nJawa Timur. Dari 9 partai yang meraih kursi di DPR RI, 6 partai berada dalam\nkabinet Jokowi-Ma\u2019aruf yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB dan PPP. Serta\n3 partai yang berada di luar kabinet Jokowi-Ma\u2019aruf yaitu Demokrat, PKS dan\nPAN. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wardani\nmenjelaskan, kekuatan politik di DPR RI didominasi oleh kepentingan koalisi 6\npartai politik pemerintah (74%), <em>vis a vis <\/em>dengan tiga partai politik\nyang tidak masuk dalam kabinet (24%). Pimpinan DPR dikuasai partai-partai yang\nmenjadi menteri di kabinet Indonesia Maju 2019-2024. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga partai\nnon-kabinet di DPR belum bisa dikatakan sebagai koalisi oposisi, setidaknya\nditunjukkan oleh PAN dan Demokrat yang mengatakan tetap mendukung pemerintahan\nJokowi walau tidak masuk kabinet. Sementara PKS, dengan kekuatan 44 kursi,\nmenegaskan siap menjadi oposisi pemerintah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan kondisi\nseperti itu, hampir semua fraksi di DPR diprediksi akan mendukung kebijakan\npemerintah (eksekutif). Politik kebijakan di DPR cenderung sangat didominasi\noleh kepentingan eksekutif. Kepemimpinan pemerintah dalam perencanaan dan\npembahasan RUU dilakukan melalui fraksi-fraksi koalisi pemerintah di DPR\u201d\ntambah Wardani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peta kekuatan kursi partai politik juga terjadi di DPRD Provinsi,\nkeberhasilan PDIP meraih kursi terbanyak di DPR RI diikuti dengan sebaran perolehan\nkursi PDIP di sejumlah DPRD Provinsi. Secara umum, PDIP memperoleh kursi terbanyak di 19 DPRD Provinsi dengan\nkenaikan jumlah kursi di beberapa DPRD Provinsi. Kondisi tersebut dapat disebabkan sebagai kombinasi dari pemilu serentak legislatif dan eksekutif, pencalonan Jokowi sebagai capres oleh PDIP dan keterpilihan caleg PDIP berdasarkan suara terbanyak dalam sistem proporsional terbuka. Kompetisi caleg antarpartai politik semakin ketat, caleg PDIP relatif diuntungkan di provinsi di mana terdapat dukungan tinggi terhadap Jokowi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kompetisi perolehan kursi antarpartai di DPRD Provinsi relatif ketat. PDIP dapat merebut kursi mayoritas hanya di 3 provinsi: Bali (60%), Sulut (40%), dan DIY (31%). Di luar 3 provinsi tersebut, perolehan kursi PDIP bersaing ketat dengan partai lain&#8221; jelas Wardani <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan di DPRD Bengkulu, NTT, Kaltara, Kalsel, dan Maluku\nUtara, perolehan kursi PDIP sama dengan partai lain dalam menempati urutan\nkursi terbanyak. Sama dengan Golkar di Bengkulu, NTT, Malut, sama dengan Gerindra\ndi Kaltara dan Kalsel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Golkar dan Gerindra merupakan dua pesaing PDIP dalam\nperebutan kursi DPRD Provinsi. Pada Pemilu 2019 ini, Golkar memperoleh kursi terbanyak di 11 DPRD Provinsi, sementara Gerindra berhasil memperoleh kursi terbanyak\ndi 5 provinsi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Gerindra, hal tersebut merupakan capaian signifikan\nkarena pada Pemilu 2014, Gerindra tidak berhasil merebut kursi terbanyak di\nsemua DPRD Provinsi. Sementara bagi Golkar terjadi penurunan dibandingkan 2014,\nyaitu dari 13 DPRD Provinsi (2014) turun menjadi 11 DPRD Provinsi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gerindra meraih kursi terbanyak di DPRD Sumbar, Jawa\nBarat, Banten, Kaltara, dan Kalsel. Sedangkan Golkar, dominan perolehan\nkursinya (rata-rata 20 persen) di DPRD Gorontalo (22%) dan Kaltim (22%). Golkar\nmasih terbanyak kursinya di DPRD Sulsel tetapi mengalami penurunan signifikan\ndibanding 2014, yaitu dari 18 kursi (2014) turun menjadi 13 kursi . <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di DPRD Sulsel, Golkar hanya selisih satu kursi lebih\nbanyak dari Nasdem (12 kursi) dan selisih 2 kursi lebih banyak dengan Gerindra\n(11 kursi). Maka Sulsel bukan lagi\n\u201cmilik\u201d Golkar, adanya perubahan konstelasi elite politik pasca Pilkada\nSulsel 2017 tampaknya memengaruhi peta persaingan partai-partai politik di\nSulsel. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kursi partai politik baru di DPRD\nProvinsi, perolehan kursi Perindo sebagai\npartai pendatang baru pada pemilu di DPRD Provinsi paling signifikan dibanding\n3 partai (Garuda, Berkarya dan PSI) baru lainnya. Sosialisasi partai ini\nmelalui media televisi berdampak pada hasil tersebut. Partai-partai baru\nmemiliki peluang memperoleh kursi di wilayah tengah dan timur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kinerja perolehan kursi partai\npolitik di DPRD Provinsi relatif merata di semua provinsi, tidak ada yang\nsangat dominan kecuali PDIP di Bali (33 kursi), Jateng (42 kursi), dan Jatim\n(27 kursi). Sedangkan Gerindra di Jabar (25 kursi). Basis tradisional partai\nmenjadi semakin kabur atau cair. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satunya disebabkan strategi elektoral partai dalam merekrut caleg-caleg nasional dan lokal yang semakin pragmatis. Makin mempertegas tidak ada perbedaaan signifikan antarpartai politik. Ada kecenderungan politik kebijakan di daerah akan didominasi oleh kepentingan eksekutif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim kajian klaster tata kelola demokrasi Program Pascasarjana Ilmu Politik, Departemen Ilmu Politik FISIP UI mempresentasikan hasil penelitian gabungan dari S2 dan S3, pada hari Senin (28\/10) di Auditorium Juwono&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":47462,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[519,267,489],"class_list":["post-47459","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","category-berita","tag-departemen-ilmu-politik","tag-fisip-ui","tag-ilmu-politik","post_format-post-format-gallery"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47459\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}