{"id":48660,"date":"2020-02-13T15:56:00","date_gmt":"2020-02-13T08:56:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=48660"},"modified":"2020-02-17T13:39:35","modified_gmt":"2020-02-17T06:39:35","slug":"fisip-ui-mengadakan-diskusi-hasil-riset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/fisip-ui-mengadakan-diskusi-hasil-riset\/","title":{"rendered":"Diskusi Hasil Riset Karya Dosen FISIP UI"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-2 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><a href=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=48663\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"681\" src=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-1024x681.jpg\" alt=\"\" data-id=\"48663\" data-full-url=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247.jpg\" data-link=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=48663\" class=\"wp-image-48663\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-1024x681.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-400x266.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-768x511.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-1536x1022.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-1080x719.jpg 1080w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-1280x852.jpg 1280w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-980x652.jpg 980w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247-480x319.jpg 480w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_7247.jpg 1623w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><a href=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=48662\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"681\" src=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-1024x681.jpg\" alt=\"\" data-id=\"48662\" data-full-url=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680.jpg\" data-link=\"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?attachment_id=48662\" class=\"wp-image-48662\" srcset=\"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-1024x681.jpg 1024w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-400x266.jpg 400w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-768x511.jpg 768w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-1536x1022.jpg 1536w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-1080x719.jpg 1080w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-1280x852.jpg 1280w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-980x652.jpg 980w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680-480x319.jpg 480w, https:\/\/fisip.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_6680.jpg 1623w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>Diskusi hasil\nriset ini di latarbelakangi untu membangun kultur demokrasi di Indonesia,\nbeberapa tahun terakhir ini, dihadapkan pada berbagai tantangan. Sikap\ndemokratis, yakni watak yang mengapresiasi perbedaan atau lebih mengedepankan\nprinsip inklusivitas, seolah semakin menguap. Perbedaan masih juga seringkali memicu,\nbahkan dijadikan pemicu terjadinya gesekan sosial, bahkan konflik. <\/p>\n\n\n\n<p>Perkembangan\nmenuju masyarakat digital (salah satunya ditandai dengan penggunaan media sosial)\nberkecenderungan semakin mengondisikan terjadinya polarisasi atau pembelahan di\nmasyarakat. Hal ini terefleksi bukan hanya pada level mikro (pola relasi antar\nwarga), tetapi juga meso (level komunitas), dan makro (level institusional\/struktural).<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini\ntentu memprihatinkan karena pada konteks masyarakat Indonesia yang plural bahkan\nmulticultural, kemampuan mengelola perbedaan merupakan salah satu indikator\nmasyarakat demokratis. <\/p>\n\n\n\n<p>Indikator ini\njuga dapat berpengaruh pada indikator keberhasilan demokrasi lainnya yakni tingginya\npartisipasi warga (termasuk dalam perancangan kebijakan publik). Artinya\npartisipasi warga\/publik terhalangi oleh adanya sikap-sikap non-demokratis dari\npihak-pihak\/kelompok-kelompok tertentu yang berkecenderungan menunjukkan\nkekuasaan \u2018absolut\u2019nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai kasus\ngesekan\/konflik pada pilkada dan pemilu serentak (khususnya pilpres tahun 2019),\nterjadinya sejumlah kekerasan komunal di sejumlah wilayah, tingginya kasus bullying\ndi sekolah, munculnya kasus-kasus persekusi berbasis sikap intoleransi,\nmaraknya hoax di media sosial, dll, dapat menjadi cermin sejauh mana\nkeberhasilan demokrasi di Indonesia. Dalam bahasa lain, Rakhmani dkk (2018)\nmenyebutkan adanya pemiskinan keberagaman, bahkan didukung oleh kelas menengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini\ntentu semakin memprihatinkan, karena kelas menengah justru diharapkan bukan hanya\nmampu menjadi agen pendorong kultur demokrasi, tetapi bagi sebagian kalangan\njuga diharapkan mampu menjadi penggerak demokrasi sosial. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada konteks\ninilah relevan mempertanyakan kondisi social well-being warga\/masyarakat, bahwa\npembangunan tidak semata mensejahterakan secara ekonomi, tetapi juga secara\nsosial. Artinya demokrasi sejatinya juga mendorong keadilan sosial, termasuk\npenghargaan dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM), termasuk perlindungan pada kelompok-kelompok\nrentan dan marjinal, termasuk: perempuan, anak, kelompok difabel, masyarakat adat,\ndan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya keberhasilan\ndemokrasi adalah sejauh mana kebijakan dan praktek politik yang ada mampu menyumbang\npada terciptanya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh atau sebanyak mungkin\nrakyat. <\/p>\n\n\n\n<p>Penilaian atas keberhasilan\ntersebut, sorotan dapat diarahkan pada peran kekuatan- kekuatan strategis, yang\nseringkali disebut pilar-pilar demokrasi, termasuk media\/pers. Hal ini\nmengingat intervensi struktural melalui berbagai perangkat kebijakan publik dan\nperundangan, tampaknya belum menstimuli atau mendorong perubahan kultural.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan tidak sedikit kalangan\nyang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dari perancangannya. Artinya\nprosesnya dinilai belum demokratis, bahkan ditengarai belum berpihak pada rakyat.\nPada kondisi tertentu, negara pun cenderung lemah mengontrol kekuatan ekonomi\ndan politik. Dinamika relasi negara, masyarakat, dan pasar pun semakin kompleks\ndi era digital ini. Pada dasarnya berbagai panel diskusi ahli ini merupakan wujud\nkontribusi sivitas FISIP UI, khususnya yang terkait dengan kebijakan publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini berupa\ndiskusi \u201cPaparan dan Diskusi Pakar tentang Hasil-hasil Riset FISIP UI Terpilih\ndan Aktual\u201d yang merupakan forum pemaparan dan mendiskusikannya secara mendalam\nbeberapa hasil riset FISIP UI. Diskusi dilakukan antara para Dosen dan Peneliti\nFISIP UI dengan Penanggap Ahli dari beberapa latar belakang dan dibuka langsung\noleh Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.<\/p>\n\n\n\n<p>Riset-riset Terpilih FISIP UI yang ditampilkan adalah yang\nterkait dengan dinamika perkembangan permasalahan masyarakat dan bangsa\nIndonesia beberapa waktu belakangan ini. Tema besar permasalahan masyarakat dan\nbangsa Indonesia yang hendak didiskusikan dalam forum ini adalah \u201cDemokrasi, Masyarakat\nDigital, dan Keadilan Sosial\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p>Forum ini berupa Paparan dari Dosen dan Peneliti FISIP UI\ndilanjutkan dengan Diskusi bersama Penanggap Ahli yang berlatar belakang sebagai\nJurnalis Ahli, Pembuat dan Pengambil Keputusan Kebijakan (decision makers), dan\nPegiat <em>Civil Society.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Forum Diskusi terbagi atas tiga bidang, yaitu \u201cDemokrasi\u201d\n(Forum Diskusi 1), \u201cMasyarakat Digital\u201d (Forum Diskusi 2), dan \u201cKeadilan\nSosial\u201d (Forum Diskusi 3). Setiap Forum Diskusi akan mempresentasikan hasil\nriset terpilih. Setiap Forum Diskusi mengundang sejumlah Dosen, Peneliti dan\nMahasiswa FISIP UI yang memiliki fokus kajian\/keahlian sesuai tema forum\nsebagai peserta diskusi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diskusi hasil riset ini di latarbelakangi untu membangun kultur demokrasi di Indonesia, beberapa tahun terakhir ini, dihadapkan pada berbagai tantangan. Sikap demokratis, yakni watak yang mengapresiasi perbedaan atau lebih mengedepankan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48661,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[577,581,582,267],"class_list":{"0":"post-48660","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"tag-577","9":"tag-dies-natalis-52","10":"tag-diskusi-hasil-riset","11":"tag-fisip-ui"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48660"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48660\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}