{"id":48726,"date":"2020-02-24T18:39:00","date_gmt":"2020-02-24T11:39:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.ui.ac.id\/?p=48726"},"modified":"2020-03-02T16:46:40","modified_gmt":"2020-03-02T09:46:40","slug":"smart-city-dalam-membangun-warga-kota-menjadi-smart-citizen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/smart-city-dalam-membangun-warga-kota-menjadi-smart-citizen\/","title":{"rendered":"Smart City Dalam Membangun Warga Kota Menjadi Smart Citizen"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditengah berbagai permasalahan publik yang berkembang\nsaat ini, sejumlah sivitas FISIP UI baik secara individu, kelompok, maupun\nkelembagaan, sedang\/sudah melakukan riset (serta pengabdian kepada masyarakat)\ntentang sejumlah isu strategis. Untuk itu, FISIP UI mendiskusikannya dan\nmemberikan rekomendasi kebijakan yang strategis bagi pihak-pihak terkait.\nAdapun ketiga topik atau isu strategis tersebut adalah demokrasi, masyarakat\ndigital dan keadilan sosial. Pada kesempatan di sesi diskusi hasil riset ini, Prof.\nPaulus Wirutomo, MSc, Ph.D (Guru Besar Departemen Sosiologi FISIP UI)\nmenjelaskan riset yang dilakukannya, yang berjudul \u201cUrban Youth Digital\nCitizenship atau Kewarganegaraan Kaum Muda Kota\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia telah mencanangkan\nGerakan Nasional 100 <em>Smart City<\/em> sejak\n2017. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas hidup warga kota. Smart City\nmemiliki beberapa dimensi seperti smart economy, mobility, environment, people,\nliving and governance. Riset ini mengkaji potensi dan tantangan <em>Smart City<\/em> dalam membangun warga kota\nmenjadi warga yang cerdas (<em>smart citizen<\/em>).\nRiset ini memfokuskan untuk mempelajari bagaimana anak muda kota akan mampu\nmeninggalkan budaya kewargaan yang diwariskan orangtuanya dalam menjalankan hak\ndan kewajibannya menuju kesadaran hak dan kewajiban secara modern. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Paulus menjelaskan \u201ckonsep\nkewarganegaraan merupakan topik yang sngat penting pada masa kini dan masa\ndepan bernegara dan berbangsa. Konsep ini menekankan pada perkembangan konsepi\ndan persepsi warga negara maupun pemerintah dalam hal hak dan kewajiban, konsep\ncitizenship bisa bersifat horizontal yaitu hubungan antara sesama anggota civil\nsociety. Contohnya sejauh mana suatu golongan memiliki sikap toleransi atau\nintoleransi pada golongan lainnya atau bolehkah pemerintah mendiskriminasi\nminoritas dan seterusnya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep kewarganegaraan berbeda\nantar masyarakat, terutama yang memiliki latar belakang sejarah yang berbeda.\nDi kebudayaan Indonesia masa lalu, konsep kewarganegaran mempersepso pemerintah\nsebagai pihak yang memegang hak untuk memerintah, mengatur warganegara dengan\nkebijakan mereka. Saat ini budaya itu telah berangsur berubah, rakyat mulai\npunya pengetahuan dan kesadaran akan haknya, namun masih terdapat kesenjangan\nkekuasaan, misalnya hak rakyat atas tanah masih sangat ditentukan oleh hasil\nnegosiasi antara pemerintah dan golongan elit atau pemilik perusahaan besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di jaman digital sekarang ini\ndiperlukan suatu literasi digital bagi warga negara baik keterampilan untuk\nmencari informasi maupun menolak disinformasi dalam rangka menuju demokrasi\nyang berkualitas, seperti halnya yang sudah diterapkan di negara-negara Barat\n(Belanda, Swedia dan Filandia) yang sudah melakukan kurikulum pelatihan untuk\nmengetahui mana informasi yang tidak berguna dan merugikan. Pembangunan\nsturktur masyarakat ditentukan oleh instrumen struktural seperti undang-undang,\nkebijakan dan peraturan pemerintah. Kekuatan dunia bisnis juga dapat menambah\nkekuatan struktural \u201cekstra-legal\u201d atas kehidupan sehari-hari warga negara. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi konsep smart city harus\nmampu menghasilkan pengembangan struktural dengan meningkatkan keseimbangan hubungan\nkekuasaan yang menguntungkan mayoritas dengan menciptakan keadilan tanpa\ndiskriminasi dan masyarakat yang inklusif. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditengah berbagai permasalahan publik yang berkembang saat ini, sejumlah sivitas FISIP UI baik secara individu, kelompok, maupun kelembagaan, sedang\/sudah melakukan riset (serta pengabdian kepada masyarakat) tentang sejumlah isu strategis. Untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48727,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[577,581,582,267],"class_list":["post-48726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita","tag-577","tag-dies-natalis-52","tag-diskusi-hasil-riset","tag-fisip-ui"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48726"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48726\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}