Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Prof. Evi Fitriani, menerima kunjungan Prof. Zhang Yun, Professor at the School of International Relations, Nanjing University, China, pada Rabu (28/01) di Ruang Nurani, FISIP UI, Depok. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pemikiran dalam bidang hubungan internasional.

Usai pertemuan dengan Dekan FISIP UI, Prof. Zhang Yun melanjutkan kegiatan dengan berdiskusi bersama mahasiswa pascasarjana Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI. Diskusi tersebut membahas dampak unilateralisme Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump terhadap dinamika politik dan keamanan Asia Timur.

Unilateralisme dijelaskan sebagai pola perilaku negara yang mengambil keputusan dan melaksanakan kebijakan luar negeri secara sepihak tanpa konsultasi atau koordinasi dengan negara lain maupun lembaga internasional. Amerika Serikat pada era Presiden Donald Trump dipandang sebagai salah satu contoh praktik unilateralisme oleh kekuatan besar (great power), khususnya melalui kebijakan luar negeri yang berlandaskan prinsip “America First”.

Pendekatan America First mencerminkan bentuk unilateralisme ofensif, di mana Amerika Serikat memanfaatkan keunggulan ekonomi dan politiknya untuk menekan negara lain agar menyesuaikan kebijakannya. Hal ini terlihat jelas dalam perang dagang Amerika Serikat–China, penerapan tarif sepihak terhadap produk China, serta pengabaian terhadap mekanisme multilateral seperti Organisasi Perdagangan Dunia.

Di kawasan Asia Timur, kebijakan unilateralisme tersebut turut diwujudkan melalui tekanan terhadap sekutu Amerika Serikat, seperti Jepang dan Korea Selatan, untuk meningkatkan kontribusi biaya pertahanan serta ancaman pengurangan kehadiran militer AS.