Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bekerja sama dengan Republika menggelar forum diskusi kesehatan mental bertajuk “Grow Through What You Go Through” di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok, Kamis (27/02). Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang aman (safe space) bagi mahasiswa di tengah meningkatnya tekanan psikologis yang dihadapi generasi muda di lingkungan kampus.

Dekan FISIP UI, Prof. Evi Fitriani, mengapresiasi terselenggaranya forum ini sebagai momentum refleksi internal di tengah dinamika sosial dan politik global maupun domestik yang semakin kompleks. Menurutnya, sebagai salah satu garda terdepan ilmu sosial dan politik di Indonesia, FISIP UI memiliki tanggung jawab untuk memahami perubahan masyarakat yang tengah berada dalam masa transisi.
“Ini kesempatan yang luar biasa bagi kita untuk refleksi lebih ke dalam. Sebagai fakultas sosial dan politik, kita menghadapi perkembangan industri sosial dan politik yang menuntut kita memahami masyarakat dalam masa transisi,” ujar Prof. Evi.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan dan penguatan kesehatan mental bagi sivitas akademika menjadi hal yang sangat penting. Kompleksitas isu sosial-politik yang terus berkembang kerap menjadi tekanan tersendiri bagi mahasiswa maupun dosen, dan berpotensi mengganggu kesehatan mental.
Sebagai pimpinan fakultas, Prof. Evi memandang forum ini bukan hanya sebagai bantuan, tetapi juga peluang untuk memperkuat sistem dukungan di lingkungan kampus. Ia berharap perhatian terhadap kesehatan mental tidak berhenti di FISIP UI, melainkan meluas ke seluruh lingkungan Universitas Indonesia serta masyarakat Indonesia secara umum.
“Ini harus menjadi peluang baik untuk seluruh warga FISIP khususnya, dan warga UI umumnya. Bahkan mungkin berdampak lebih luas ke masyarakat Indonesia untuk memberi perhatian pada generasi muda terkait persoalan sehari-hari yang sering terlihat klise di media sosial, tetapi tidak mudah membahasnya secara proporsional tanpa emosi berlebihan,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang untuk mendengar, berbagi, dan membangun kepedulian bersama terhadap isu kesehatan mental. Ia menilai mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dibanding generasi sebelumnya.
“Isu kesehatan mental yang dulu dianggap tabu sekarang justru menjadi kebutuhan mendesak. Media tidak cukup hanya memberitakan tragedi setelah terjadi. Media harus ikut menciptakan ruang aman sebelum semuanya terlambat,” ujar Andi dalam sambutannya.
Forum ini menghadirkan pembicara dari kalangan praktisi dan komunitas, serta melibatkan Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FISIP UI. Diskusi difokuskan pada upaya memahami tekanan yang dialami mahasiswa, mulai dari tuntutan akademik, ekspektasi keluarga, hingga pengaruh media sosial.
Data BKM FISIP UI menunjukkan kondisi yang memerlukan perhatian serius. Pada 2024, sebanyak 36,5 persen mahasiswa mengalami kecemasan berat, 15,9 persen stres tinggi, 15,2 persen depresi berat, dan 12 persen stres sangat tinggi. Bahkan, satu dari tiga mahasiswa pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Menurut Andi, angka tersebut menandakan bahwa persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa telah berkembang dari sekadar tren menjadi krisis yang membutuhkan respons sistemik dan kolaboratif antara kampus, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui forum ini, FISIP UI dan Republika berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih suportif, terbuka, dan peduli terhadap kesehatan mental, sehingga mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang secara utuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan sosial.







