Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menerima kunjungan delegasi peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences (CASS) pada Kamis (16/4) di Ruang Rapat Selo. Kegiatan ini dikemas dalam forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) yang membahas berbagai isu strategis terkini terkait China dan hubungan Indonesia–China.

CASS merupakan lembaga think tank terkemuka di China yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan kebijakan publik dan riset strategis. Lembaga ini membawahi sekitar 40 institut penelitian yang mencakup berbagai bidang ilmu, sehingga relevan dengan beragam disiplin yang ada di FISIP UI.

Delegasi CASS dipimpin oleh Dr. Prof. Xu Liping (Senior Research Fellow dan Direktur Center for Southeast Asian Studies, National Institute of International Strategy (NIIS), CASS). Xu Liping dikenal sebagai pakar hubungan China–Indonesia dan ASEAN serta fasih berbahasa Indonesia.

Turut hadir dalam delegasi tersebut antara lain:

  • Dr. Prof. Li Zhifei, Senior Research Fellow dan Direktur Research Administration Office, NIIS, CASS, dengan fokus penelitian pada kerja sama Lancang-Mekong (LMC), pengelolaan sumber daya air, serta isu-isu non-tradisional;
  • Dr. Prof. Zhou Yamin, Senior Research Fellow dan Direktur Regional Cooperation Studies, NIIS, CASS, yang meneliti ekonomi hijau, perubahan iklim, dan kerja sama APEC;
  • Dr. Ding Gong, Associate Research Fellow, NIIS, CASS, dengan fokus pada kebijakan luar negeri negara-negara middle power.

Melalui FGD ini, para peneliti dan akademisi FISIP yang memiliki minat pada studi China, hubungan Indonesia–China, maupun isu-isu sosial di China berdiskusi langsung dengan para pakar CASS mengenai perkembangan terkini di kawasan.

Kegiatan ini juga menjadi peluang strategis untuk menjajaki kerja sama riset dan publikasi internasional. CASS diketahui memiliki sejumlah jurnal ilmiah bereputasi yang telah terindeks Scopus, sehingga membuka kesempatan kolaborasi akademik yang lebih luas bagi para dosen dan peneliti FISIP.

Partisipasi aktif dari sivitas akademika diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional serta meningkatkan kontribusi riset Indonesia dalam kajian kawasan dan global.