Pilih Laman

FISIP UI menyelenggarakan Konferensi Internasional yang pertama bagi para mahasiswa Pascasarjana serta Sarjana pada tanggal 25-26 Oktober 2017, bertempat di The Margo Hotel, Depok. Hadir sebagai pembicara kunci adalah Prof. Moriyama Mikihiro (Nanzan University), Prof. Eileen Baldry, Ph.D (University of New South Wales), Prof. Ahmad F. Saifudin, Ph.D (Universitas Indonesia), Phillip Kalantzis-Cope, Ph.D (Common Ground Research Networks, USA), serta Julian Aldrin Pasha, Ph.D (Universitas Indonesia).

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met., dan Dekan FISIP UI, Dr.Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., turut hadir untuk memberikan sambutan.

Konferensi Internasional ini terbagi menjadi dua bagian yakni International Postgraduate Conference on Social and Political Issues (IPCSPI) yang mengusung tema “Social Inclusion and Transnational Issues” serta International Undergraduate Symposium on Social and Political Issues (IUSSPI) yang mengusung tema “Inclusive Society and Social Transformation: Social and Political Challenges”. Pemakalah yang diundang dalam konferensi ini merupakan para pakar Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari beberapa negara serta para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di jenjang sarjana serta pascasarjana. Ada sekitar 151 makalah yang dipresentasikan di konferensi tersebut. Makalah-makalah tersebut nantinya akan kembali diseleksi untuk diterbitkan oleh lembaga penerbit internasional yang terindeks Scopus.

Artikel Lainnya:  Pengukuhan Guru Besar Tetap bidang Ilmu Sosiologi Politik FISIP UI

“Saya senang dengan keberagaman paper dan kreativitas mahasiswa dalam memilih fokus mereka. Saya yakin IPCSPI dan IUSSPI akan menghasilkan kolaborasi interdisipliner antar peserta dalam mengamati dan menjawab tantangan sosial – politik global” ungkap Dr.Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. dalam sambutannya.

Kedua konferensi ini diselenggarakan untuk menunjang, mewadahi, dan mendorong agar mahasiswa dapat melakukan penulisan serta publikasi ilmiah. Melalui publikasi ilmiah diharapkan para mahasiswa dapat terhubung dengan diskursus dalam komunitas akademik internasional.