Pilih Laman

Memperingati Hari Kartini pada 21 April 2017, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan serangkaian acara dengan tema “Perempuan dan Lingkungan Hidup: Tantangan Masa Depan Kita Bersama”. Peringatan ini diselenggarakan pada, Jumat, 21 April 2017, di kampus FISIP UI Depok, mulai pukul 08.00—17.00

Peringatan Hari Kartini 2017 FISIP UI mencakup beberapa kegiatan, salah satunya yaitu talkshow oleh Tuti Hendrawati Mintarsih (Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia) sebagai pembicara kunci, Suraya A. Afiff, Ph.D (Dosen Antropologi FISIP UI), Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M. (Fakultas Teknik UI), dan Puji Sumedi (Manajer Ekosistem Yayasan KEHATI) sebagai narasumber, serta Dr. Semiarto Aji Purwanto (Dosen Antropologi FISIP UI) selaku moderator.

Artikel Lainnya:  Ketua KPK : Pemimpin sederhana dibutuhkan Indonesia saat ini

Kegiatan peringatan Hari Kartini 2017, juga diisi dengan senam sehat yang dipimpin oleh Instruktur dari Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) cabang Depok. Lalu dilanjutkan dengan Workshop melukis di atas kain yang dihadiri oleh peminat workshop dan Diskusi Buku bertema Perempuan/Gender/Lingkungan karya Dosen-Dosen FISIP UI. Rangkaian peringatan Hari Kartini 2017 juga diselenggarakan Bazaar UKM Perempuan dan Pameran Eco-Project Mahasiswa dan Komunitas UI.

Tanggal 21 April 2017 diperingati sebagai Hari Kartini yang hanya berselisih satu hari dengan peringatan Hari Bumi, yaitu tanggal 22 April. Peringatan Hari Kartini selama ini diperingati sebagai momen reflektif dari perjuangan perempuan Indonesia untuk memperoleh hak kesetaraan kaum perempuan dalam pendidikan dan kebebasan menyatakan pendapat. Sedangkan Hari Bumi merupakan salah satu tonggak penting dalam pergerakan masyarakat sipil global untuk perlindungan lingkungan, yang bermula di  Amerika Serikat pada tahun 1970 dan memuncak pada terwujudnya perhelatan akbar Earth Summit di Rio de Jeneiro dan disepakatinya cetak biru  Agenda 21 yang berbasis pada paradigma “pembangunan berkelanjutan” (sustainable development), yaitu pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu melindungi lingkungan ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial.

Artikel Lainnya:  Dekan FISIP UI Hadiri Wisuda KKI Komunikasi di University of Queensland