Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) melalui Korea-Indonesia Connection (KIC) berkolaborasi dengan Chung Mong-Koo (CMK) School of ASEAN Studies (CSAS) dalam 2026 Korea-Indonesia Youth Collaboration Program. Program ini mempertemukan 20 mahasiswa FISIP UI dengan 20 mahasiswa Korea dari CMK ASEAN School angkatan ke-4 serta 13 mahasiswa AYO Indonesia Chapter untuk memperkuat pertukaran akademik, pemahaman lintas budaya, dan jejaring generasi muda Korea–ASEAN.
CSAS merupakan inisiatif yang didukung Hyundai Motor Chung Mong-Koo Foundation dan didirikan pada 2023 untuk mempersiapkan generasi pemimpin yang berperan dalam memperkuat kerja sama Korea–ASEAN. Melalui pembelajaran akademik, riset kolaboratif, dan pengalaman lapangan di Asia Tenggara, CSAS membekali mahasiswa dengan perspektif multidisipliner mengenai politik, ekonomi, bisnis, serta sosial dan budaya ASEAN.
Program kolaborasi ini dirancang melalui proyek berbasis tim dan “Model Korea–ASEAN Summit Town Hall Meeting”. Para peserta bekerja sama membahas berbagai tantangan kawasan sekaligus merumuskan gagasan mengenai politik dan keamanan, ekonomi, sosial-budaya, serta konektivitas. Selain memperkuat kemampuan berpikir kritis dan negosiasi, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring akademik dan profesional lintas negara.

Rangkaian program dimulai pada 17 Agustus 2026 melalui kegiatan pembelajaran budaya di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat. Para peserta bergabung dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat setempat dan mengikuti sejumlah permainan tradisional, seperti lomba balap kelereng, balap karung, dan makan kerupuk. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman cultural immersion, khususnya bagi mahasiswa Korea, sekaligus memperkuat interaksi dan kedekatan antarpeserta.

Pada 19 Agustus 2026, peserta mengikuti 2nd Pre-Negotiation Workshop di Menara Syariah, PIK 2. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Korean–ASEAN Summit 2026. Melalui sesi kuliah, diskusi kelompok, dan koordinasi, peserta meninjau hasil kegiatan sebelumnya, mengembangkan posisi serta kepentingan kelompok, dan menyusun strategi negosiasi.
Puncak program akan berlangsung pada 20 Agustus 2026 melalui Model Korea–ASEAN Summit Town Hall Meeting di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Simulasi pertemuan ini dirancang untuk menghasilkan Joint Declaration on ASEAN–Korea Youth Empowerment.
Kegiatan Model Korea–ASEAN Summit Town Hall Meeting akan dihadiri oleh Duta Besar Republik Korea untuk ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN Foundation, serta keynote speech dari Sekretaris Jenderal ASEAN atau pejabat senior Sekretariat ASEAN.
Melalui dua sesi Town Hall Meeting yang membahas perspektif negara-negara ASEAN Daratan dan ASEAN Maritim, peserta akan mempraktikkan proses dialog, negosiasi, dan kerja sama multilateral. Program ditutup dengan adopsi deklarasi bersama serta sesi jejaring.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pengalaman akademik, tetapi juga membangun jejaring generasi muda sebagai calon pemimpin dan pakar ASEAN. Keterlibatan ROK Mission to ASEAN, ASEAN Foundation, dan ASEAN Secretariat turut memberikan pengalaman langsung mengenai diplomasi dan kerja organisasi internasional, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan kerja sama akademik dan kelembagaan Korea–Indonesia di masa mendatang.


